INILAHCOM, Singapura - Broadcom mengatakan bahwa setelah gagal mengakuisisi Qualcomm, kemungkinan mereka akan mencoba mengakuisisi perusahaan pembuat prosesor yang lebih kecil.
Broadcom juga menyebutkan, permintaan akan prosesor di Amerika Utara akan mengalami penurunan pada kuartal ini, sementara permintaan dari Korea Selatan justru akan mengalami peningkatan.
Kebanyakan analis percaya, pelanggan dari Amerika Utara yang dimaksud adalah Apple, yang memberikan kontribusi sebesar seperlima dari pendapatan Broadcom tahun lalu.
Sementara pelanggan dari Korea Selatan adalah Samsung, yang kini memang tengah meningkatkan produksi smartphone baru mereka, Galaxy S9 dan Galaxy S9+.
Mengutip Reuters, Broadcom memutuskan berhenti mencoba mengakuisisi Qualcomm setelah Presiden AS Donald Trump berusaha mencegah akuisisi itu. Alasan Trump melarang akuisisi Qualcomm oleh Broadcom adalah karena kekhawatiran terkait isu keamanan nasional.
Broadcom, yang bermarkas di Singapura, berkata mereka akan terus melanjutkan rencana untuk memindahkan markas mereka ke AS. Ini memperkuat spekulasi bahwa mereka akan mencari perusahaan yang lebih kecil untuk diakuisisi.
"Jelas Qualcomm adalah kesempatan akuisisi yang tidak hanya besar tapi unik," kata Chief Financial Officer Broadcom Tom Krause pada investor.
"Mengingat industri kini sudah matang, konsolidasi yang terjadi di dalamnya dan besar perusahaan kita, akuisisi kita di masa depan kemungkinan akan didanai dari uang kas tanpa harus khawatir akan memengaruhi neraca keuangan," imbuhnya.
Broadcom Gagal Akuisisi Qualcomm Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2FGQD61
Tidak ada komentar:
Posting Komentar