Rubrik Teknologi

Laman

Kamis, 29 Juni 2017

Zuckerberg: Facebook Bisa Jadi Acuan Komunitas

INILAHCOM, San Francisco - CEO Facebook Mark Zuckerberg mengatakan bahwa layanan dari perusahaannnya bisa menjadi acuan contoh untuk anda. Seperti apa?

SkyNews melansir, Zuckerberg mengatakan bahwa Facebook bisa menawarkan semangat dari komunitas, dan mengisi celah kosong dari sistem keanggotaan di gereja.

"Jika kita bisa melakukan ini, maka tak hanya bisa membalikkan keadaan penurunan keanggotaan komunitas selama berdekade-dekade, tapi juga akan memperkuat hubungan sosial dan mendekatkan dunia," ujar Zuckerberg.

"Orang-orang pergi ke gereja biasanya untuk menyumbang atau menjadi relawan kegiatan sosial, bukan hanya karena mereka relijius, namun juga karena mereka merupakan bagian dari komunitas, oleh karena itu peran komunitas sangat penting," tambah CEO Facebook tersebut.


Zuckerberg: Facebook Bisa Jadi Acuan Komunitas Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2tsGaVi

Google Ubah Cara Tunjukkan Berita

INILAHCOM, San Francisco - Google kini secara dramatis mengubah caranya dalam menunjukkan berita di situsnya. Seperti apa?

Business Insider melansir, Google baru saja menggulirkan tampilan baru untuk News. Desain ulang ini lebih modern dan lebih fokus pada fitur-fitur baru.

"Agar membuat berita lebih mudah diakses dan dinavigasi, kami mendesain ulang situs untuk desktop-nya, yang fokus pada fakta-fakta, pandangan yang beragam, serta kendali lebih yang memudahkan pengguna," kata Google.

Untuk saat ini, fitur baru tersebut baru hanya tersedia untuk para pengguna di AS, namun Google berencana akan menggulirkannya skala global untuk ke depannya.


Google Ubah Cara Tunjukkan Berita Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sUAn9x

Facebook Akan Siarkan Pertandingan Liga Champions

INILAHCOM, Jakarta - Menggemari sepak bola Eropa? Facebook akan tayangkan pertandingan-pertandingan Liga Champions.

PhysOrg melansir, Facebook berencana akan menayangkan pertandingan-pertandingan Liga Champions Eropa untuk para pengguna mereka di AS.

Layanan live streaming Liga Champions Eropa oleh Facebook ini merupakan hasil kerja sama dengan pihak Fox Sports.

Kerja sama ini akan melibatkan dua pertandingan grup tiap harinya, empat pertandingan 16 besar, empat pertandingan delapan besar selama musim 2017-2018.

Di sini pihak Facebook hanya akan berfungsi sebagai penyedia layanan streaming, sementara video dan konten diproduksi oleh pihak Fox Sports.

Juru bicara Fox mengonfirmasi bahwa konten tersebut hanya tersedia untuk para pengguna Facebook wilayah AS.


Facebook Akan Siarkan Pertandingan Liga Champions Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sUawP0

Rabu, 28 Juni 2017

Twitter: Ada 118 Juta Cuitan Terkait Ramadan

INILAHCOM, Jakarta - Twitter mencatat ada sebanyak 118 juta tweet atau cuitan terkait Ramadan di seluruh dunia selama sebulan terakhir.

"Twitter digunakan oleh umat Islam di berbagai penjuru dunia untuk berbagi pengalaman dan mencari informasi seputar Ramadan secara real-time," tulis Twitter dalam pernyataan resminya.

"Terdapat setidaknya 118 juta cuitan yang terkait dengan Ramadan selama sebulan terakhir dari seluruh dunia," sambung Twitter.

Salah satu Top Tweet global terkait #Ramadan datang dari pemain bola asal Prancis, @PaulPogba, yang tengah menunaikan ibadah umrah.

Di bulan Ramadan, Twitter Indonesia berkolaborasi dengan komunitas online @TravellerKaskus untuk berbagi keceriaan serta serunya Ramadan dan persiapan mudik melalui berbagai kompetisi di Twitter.

Dengan menggunakan beberapa tagar; seperti #PilihYgSegar, #CeritaRamadan, #MudikGan, #BukberDmn, #AyoNgabubutrip, dan #GuyonSahur, masyarakat Indonesia diajak untuk berbagi pengalaman unik Ramadan mereka dengan foto, video, serta Periscope.

Twitter mencatat cuitan yang menggunakan berbagai tagar tersebut berhasil dilihat setidaknya 20 juta kali dan sering memasuki jajaran trending topic di Indonesia.

Dalam rangka merayakan #IdulFitri, Twitter juga merilis emoji spesial untuk menambah keseruan berbagi momen di Twitter.

Setiap kali menggunakan tagar-tagar seperti #IdulFitri, #EidMubarak, dan #Lebaran dalam sebuah cuitan, akan muncul ikon berbentuk Masjid setelah tagar tersebut.

"Emoji ini masih dapat digunakan hingga akhir pekan ini," tulis Twitter.


Twitter: Ada 118 Juta Cuitan Terkait Ramadan Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sp14j5

Vivo Kenalkan 3 Teknologi Terbaru di MWC 2017

INILAHCOM, Shanghai - Vivo memperkenalkan tiga teknologi terbarunya sekaligus di ajang Mobile World Congress (MWC) 2017 yang digelar di Shanghai New International Expo Center, di Shanghai, China, pada 28 Juni hingga 1 Juli 2017.

Tiga teknologi tersebut itu adalah Under Display Fingerprint Scanning Solution, Independent Digital Signal Processing (DSP) Photography Solution, dan teknologi Hi-Fi Solution terbaru. Ketiganya akan diterapkan pada produk-produk smartphone Vivo di masa mendatang.

Under Display Fingerprint Scanning Solution

Vivo Under Display Fingerprint Scanning Solution atau yang biasa disebut Vivo Under Display adalah solusi fingerprint unlocking terbaru yang dikembangkan dari Qualcomm Fingerprint Sensors.

Sensor ultrasound yang ada pada sensor ini mampu menembus ketebalan OLED Display hingga 1.2mm untuk mengenali dan memindai sidik jari.

Jika dibandingkan dengan teknologi pemindai sidik jari konvensional yang selama ini digunakan di industri smartphone, Vivo Under Display menjadi sangat unggul terutama dalam hal antiair (water proof) serta mampu memindai sidik jari dalam segala kondisi pencahayaan.

Saat memperkenalkan teknologi tersebut, Manajer Produk Inovasi Vivo Hong Jiehong mengatakan bahwa teknologi tersebut memungkinkan untuk mengenali sidik jari di dalam air, sehingga dapat melakukan fingerprint unlocking di dalam air.

"Meskipun diterapkan pada jari-jari yang berminyak, berdebu, dan basah," ujarnya.

Teknologi Vivo Under Display ini tidak lagi membutuhkan tombol untuk sensor sidik jari, sehingga memungkinkan Vivo ke depannya akan hadir dengan layar penuh (full screen), integrated unibody design, serta didesain antiair.

Berangkat dari dasar teknologi ultrasonik yang sudah ada ini, memungkinkan Vivo untuk terus mengembangkan pemindai sidik jari ini menjadi pengenalan gerak (gesture recognition), untuk verifikasi keamanan smartphone dan teknologi lainnya yang akan menambahkan kemudahan bagi para pengguna smartphone Vivo.

Independent Digital Signal Processing (DSP) Photography Solution

Independent DSP Photography Solution adalah penyempurnaan teknologi untuk meningkatkan hasil foto yang lebih baik pada kondisi backlighting serta night scene photography.

Untuk meningkatkan kualitas foto pada kondisi pencahayaan rumit seperti kondisi backlight  di mana subyek atau obyek membelakangi cahaya dan juga foto dalam kondisi minim cahaya, Vivo memperkenalkan teknologi terbarunya, Independent DSP Photography Solution.

Teknologi tersebut diperkenalkan oleh Produck Manager Vivo Wang Zhaofang kepada publik pengunjung booth Vivo di MWC 2017.

Independent DSP Photography Solution ini dirancang membantu pengguna mengabadikan momen menggunakan kamera smartphone dengan hasil  kualitas gambar yang tinggi serta sangat akurat. Mengakomodasi pengaturan tingkat kecerahan foto agar dapat lebih indah dan dinikmati oleh mata manusia yang melihatnya. Tak hanya itu, tingkat kecepatan pengambilan gambar pun ditingkatkan.

Wang mengatakan, tim fotografi Vivo membutuhkan waktu dua tahun untuk mengembangkan teknologi DSP (Digital Signal Processing) yang menjadi solusi bagi masalah pencahayaan tersebut.

Secara teori, teknologi ini memungkinkan smartphone mengambil beberapa gambar dengan cepat dalam kondisi pencahayaan yang rumit. Chip DSP akan secara otomatis memproses gambar original yang diambil oleh smartphone Vivo yang kemudian akan dirubah formatnya menjadi JPG.

Tidak hanya dapat memroses hasil foto lebih cepat, DSP Photography Solution juga dapat meminimalisir hasil pengambilan gambar yang kurang sempurna terutama yang diambil pada malam hari atau night scene photography dan meningkatkan efek beautifikasi pada menu Beauty Mode di kamera smartphone Vivo.

Teknologi Hi-Fi Solution terbaru

Hi-Fi adalah singkatan dari audio High-Fidelity, tentunya produk smartphone yang telah dilengkapi Hi-Fi akan mampu memberikan pengalaman musik yang lebih sempurna kepada para penggunanya.

Sebagai pelopor Hi-Fi pada smartphone, Vivo telah memantapkan posisinya dalam industri audio ponsel berkualitas tinggi melalui beberapa generasi produk, dan tidak hanya itu bahkan Vivo juga telah melakukan pengembangan pada audio chip industry.

Setelah memberikan pengalaman Hi-Fi audio smartphone yang lebih baik melalui XPlay6, kini Vivo merilis solusi teknologi Hi-Fi terbaru dengan mengembangkan kinerja audio melalui rancangan DAC Decoding Chip.

Teknologi ini difokuskan pada rancangan peningkatan detail DAC Decoding Chip dikombinasikan dengan customized headphone amplifier yang akan mampu meningkatkan kualitas SNR, dynamic range, meminimalisir distorsi, serta menghasilkan output suara yang lebih sempurna.

Teknologi ini bahkan akan mampu melampaui hasil audio kualitas tinggi dari XPlay6, seperti  122db SNR, 120dB dynamic range, 111dB distortion, dan 2.2VRms output power.

Solusi teknologi yang diberikan Vivo ini mampu meningkatkan output amplitudo menjadi dua kali lebih tinggi dari smartphone biasa.

Dalam evaluasi akustik yang telah dilakukan,  menunjukkan bahwa kemajuan resolusi yang diberikan lebih baik, kaya akan detail, serta kualitas resepsi suara yg lebih kuat.

Terlebih lagi, teknologi headphone amplifier yang digunakan dapat meningkatkan efisiensi daya sekaligus juga memberikan pengalaman audio yang lebih sempurna.

"Beberapa merk unggulan berusaha melakukan inovasi untuk menjadi yang terdepan di pasar tahun ini. Contohnya saja inovasi pada smartphone case hingga ke dual camera baik itu kamera depan maupun kamera belakang. Dan pada akhirnya, melangkah kepada inovasi tampilan yang tentunya akan membawa kita kepada era kompetisi teknologi yang baru," ujar Alex Feng, Senior Vice President of Vivo.

"Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas teknologi kami untuk memberikan produk yang lebih baik kepada konsumen. Hal inilah yang membuat kami dapat terus maju dalam era kompetisi teknologi jangka panjang," pungkasnya.


Vivo Kenalkan 3 Teknologi Terbaru di MWC 2017 Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sTyiLd

Kominfo Imbau Antisipasi Serangan Ransomware

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengimbau masyarakat untuk mencegah serangan infeksi ransomware yang sedang melanda secara global.

Ransomware ini mirip dengan Wannacry yang melanda beberapa negara pada pertengahan Mei lalu.

Dalam siaran persnya, Menteri Kominfo Rudiantara mengimbau masyarakat untuk membuat cadangan data (backup data) sebelum mengaktifkan komputer mereka untuk mengantisipasi serangan tersebut.

Bagi pengelola teknologi dan informasi, Rudiantara meminta untuk menonaktifkan atau mencabut jaringan lokal (LAN) sementara hingga dipastikan aman.

Kominfo juga meminta agar menggunakan sistem operasi yang asli dan diperbarui secara berkala serta memasang antivirus dan menggunakan kata kunci yang aman dan diganti secara berkala.


Kominfo Imbau Antisipasi Serangan Ransomware Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sjud45

Serangan Global Ransomware dari Jenis Baru

INILAHCOM, Moakow - Sejumlah perusahaan dari berbagai penjuru dunia dilaporkan kembali terkena serangan ransomware yang menyandera dokumen korban dengan algoritma enkripsi khusus sejak Selasa (27/6/2017). Para pakar keamanan internet menandai ransomware tersebut sebagai jenis baru.

Serangan itu mengambil alih server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu operasional bank-bank di Ukraina, serta merusak komputer di perusahaan perkapalan dan periklanan multinasional.

Aksi siber skala besar yang bermula di Ukraina semakin menyebar ke seluruh dunia, termasuk di AS. Ransomware tersebut juga meminta korban membayar US$300 dalam bentuk Bitcoin.

Baca juga: Ransomware Serang Jaringan Komputer Dunia

Menanggapi perihal insiden keamanan tersebut, firma keamanan internet Kaspersky Lab mengatakan bahwa para ahli mereka kini tengah menyelidiki gelombang serangan ransomware baru yang menargetkan organisasi di seluruh dunia tersebut

"Temuan awal perusahaan menunjukkan bahwa serangan ini bukan dari jenis ransomware Petya seperti yang diberitakan kepada publik, namun sebuah ransomware baru yang belum pernah terlihat sebelumnya. Itulah sebabnya perusahaan menamakan ransomware ini NotPetya," demikian keterangan tertulis Kaspersky Lab kepada INILAHCOM.

Data telemetri Kaspersky Lab mengindikasikan sekitar 2.000 pengguna yang terserang sejauh ini. Organisasi di Rusia dan Ukraina adalah yang paling terpengaruh, dan tercatat adanya serangan di Polandia, Italia, Inggris, Jerman, Prancis, AS, dan beberapa negara lainnya.

"Hal ini tampaknya merupakan serangan kompleks yang melibatkan beberapa vektor serangan. Perusahaan dapat mengonfirmasi bahwa adanya pemanfaatan exploit EternalBlue yang dimodifikasi dan digunakan untuk propagasi setidaknya di dalam jaringan perusahaan," catat Kaspersky Lab.

Kaspersky Lab mendeteksi ancaman sebagai UDS:DangeroundObject.Multi.Generic.

Para ahli Kaspersky Lab berencana untuk merilis fitur baru, termasuk komponen System Watcher sesegera mungkin dan untuk menentukan apakah mungkin untuk mendekripsi data yang terkunci dalam serangan, dengan maksud untuk mengembangkan alat dekripsi sesegera mungkin.

"Kami menyarankan agar semua perusahaan memperbarui perangkat lunak Windows mereka, memeriksa solusi keamanan mereka dan memastikan telah mencadangkan data serta alat pendeteksi ransomware," tulis Kaspersky Lab.


Serangan Global Ransomware dari Jenis Baru Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2t2O6JY