Rubrik Teknologi

Laman

Selasa, 01 Januari 2019

eSports di SEA Games 2019 Pertandingkan 6 Game

INILAHCOM, Manila - eSports termasuk salah satu cabang olahraga (cabor) yang bakal dipertandingkan dalam ajang SEA Games 2019 yang akan digelar di Filipina, 30 November hingga 11 Desember mendatang.

Komite Penyelenggara SEA Games 2019 atau Philippine SEA Games Organizing Committee (PHISGOC) pun akhirnya mengumumkan enam game yang akan dipertandingkan dalam eSports tersebut.

Dikutip dari Fox Sport, enam game tersebut adalah DOTA 2, Starcraft II, Tekken 7, Arena of Valor, Mobile Legends: Bang Bang, dan NBA2K19. Enam game ini disebutkan mewakili tiga jenis platform, yaitu PC, konsol, dan mobile.

Kemudian muncul pertanyaan, mengapa game-game yang kerap dipertandingkan di setiap gelaran eSports seperti Counter Strike: Global Offensive (CS:GO), Call of Duty (COD), Overwatch, dan PlayerUnknown's Battlegrounds (PUBG) justru tidak dihadirkan dalam SEA Games 2019?

International Olympic Commitee (IOC) yang juga memiliki campur tangan dalam ajang kompetisi olahraga internasional tersebut menyatakan bahwa game-game yang dipertandingkan harus sejalan dengan nilai yang dijunjung oleh komite.

Dengan kata lain, game yang berisi konten kekerasan atau perjudian tidak diizinkan untuk dipertandingkan. Daftar game yang tidak dipertandingkan jelas menampilkan aksi kekerasan berupa penggunaan senjata.

Tentu saja kehadiran game Tekken 7 juga dipertanyakan karena turut menampilkan kekerasan fisik berupa perkelahian. Pihak PHISGOC beranggapan bahwa game tersebut menampilkan unsur bela diri sehingga sesuai dengan sudut pandang olahraga menurut IOC.

Adapun dominasi game bergenre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) sendiri dinilai karena genre game ini lebih populer dan sudah lama hadir di kawasan Asia Tenggara seperti game DOTA 2.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia eSports Association (IeSPA) Eddy Lim menuturkan bahwa pihaknya dan Kementerian Pemuda dan Olahraga menargetkan minimal membawa pulang dua medali emas dalam cabang olahraga Esports di SEA Games 2019.


eSports di SEA Games 2019 Pertandingkan 6 Game Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2EYfyk6

Membuat Pizza Gummy Ukuran Raksasa

INILAHCOM, Jakarta - Permen gummy bentuk pizza sudah cukup umum kita jumpai di mana-mana. Namun ada yang membuat permen gummy ukuran raksasa. Seperti apa?

Saluran Vat19 di YouTube melalui video terbaru unggahannya perlihatkan peragaan membuat permen pizza gummy ukuran raksasa.

Penasaran seperti apa peragaannya? Tonton videonya di bawah ini:


Membuat Pizza Gummy Ukuran Raksasa Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2CJdXgA

LG CineBeam, Proyektor Laser 4K

INILAHCOM, Jakarta - LG baru saja mengungkap produk proyektor laser 4K. Seperti apa?

LG CineBeam adalah sebuah produk proyektor laser 4K yang mampu memproyeksikan gambar sebesar 228 cm dari jarak lima cm saja, lalu gambar ukuran 304 cm dari jarak 17 cm.

Selain itu LG CineBeam juga dapat dioperasikan via perintah suara. Produk proyektor canggih ini akan dirilis resmi tahun 2019 nanti.

Simak detail produk melalui tautan berikut. Lihat juga foto-fotonya di bawah ini:


LG CineBeam, Proyektor Laser 4K Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2GMtzUf

Seperti Ini Smartphone Honor View 20

INILAHCOM, Jakarta - Honor baru saja mengungkap produk smartphone terbaru mereka. Seperti apa?

View 20 adalah produk terbaru dari Honor yang memiliki kamera depan 25 megapiksel, layar 1080p ukuran 6,4 inci, kamera belakang 48 megapiksel, dan masih banyak lagi.

Honor View 20 akan mulai tersedia secara global pada 22 Januari 2019. Klik ke sini untuk detailnya.



Tonton video peragaannya di bawah ini.


Seperti Ini Smartphone Honor View 20 Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2Sv25nP

Satelit NASA Akan Hitung Hutan Dunia

INILAHCOM, Washington DC - Hutan sering disebut sebagai paru-paru Bumi karena memproduksi banyak oksigen. Namun, hutan juga menyimpan banyak karbon.

Para ilmuwan NASA ingin tahu pasti berapa banyak karbonnya, karena itu mereka baru saja meluncurkan sebuah satelit yang akan mengukurnya.

"Ketika bicara soal biomassa hutan, itu adalah berapa berat pepohonan. Apabila kita tahu biomassa-nya, berapa beratnya, separuh dari biomassa sebuah pohon adalah karbon," kata Ralph Dubayah dari Program GEDI NASA, seperti dilansir VOA News.

Sudah sejak lama para ilmuwan NASA memang ingin mengetahui berapa besar karbon penyebab pemanasan global yang tersimpan dalam pepohonan itu.

"Penting untuk memahami apa isi karbon dalam hutan sekarang. Kita perlu peta global yang baik yang bisa menunjukkan dimana karbonnya. Dan alasannya adalah karena setiap kali kita menebang pepohonan, kita akan melepaskan karbon ke atmosfer dan kita tidak tahu berapa banyak karbon yang dilepaskan," papar Dubayah

Dan kini mereka akan memperoleh peta global itu, berkat satelit seukuran kulkas yang diluncurkan pada awal bulan Desember dan akan segera dikerahkan ke Stasiun Antariksa Internasional.

"GEDI adalah altimeter laser, jadi merupakan instrumen optikal aktif. Ada laser yang memancarkan pulsa cahaya menuju bumi, kemudian direfleksikan dari bumi dan kemudian kami menerima refleksinya," papar Bryan Blair, ilmuwan instrument GEDI.

Dengan mengukur refleksi itu dengan pasti akan memungkinkan para ilmuwan menentukan dengan tepat ketinggian dan berat pepohonan dalam hutan dan lingkungan kita.

Dan hal itu juga akan membantu para ilmuwan untuk mengetahui seberapa banyak karbon disimpan, dan juga hal-hal seperti dimana ada ruang untuk menanam lebih banyak pohon, dan berapa banyak karbon dilepaskan ke atmosfer.


Satelit NASA Akan Hitung Hutan Dunia Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2As0lEH

Microsoft Ajukan Paten Sistem USB Type-C Magnetik

INILAHCOM, Redmond - Microsoft mendaftarkan dokumen paten untuk sistem USB Type-C yang menggunakan steker dan penerima magnetik, untuk mempermudah proses pengisian daya dan transfer data pada perangkat tablet Surface di masa mendatang.

Saat ini, tablet Surface Pro 6 menggunakan teknologi khusus bertajuk Surface Connect, namun tablet Surface Go menggunakan port USB Type-C. Pendaftaran paten ini diperkirakan sebagai indikator bahwa lini Surface Pro juga akan menggunakan port USB Type-C.

Dokumen paten ini didaftarkan kepada World Intellectual Property Organization (WIPO) pada 23 Maret 2018. Dokumen ini mengusung judul 'Magnetically Activated Latch Mechanism' dengan nomor kode US20180375271.

Sementara itu, dokumen paten ini juga menampilkan gambar kabel USB Type-C dengan dukungan magnet di masing-masing sisi steker, satu di sisi komputer dan lainnya di sisi penerima.

Hal tersebut memungkinkan kabel untuk terhubung ke port bahkan saat berada di jarak yang cukup jauh tanpa perlu usaha lebih.



Dokumen paten ini juga menjelaskan bahwa sistem magnetik tersebut juga memungkinkan sketer dan port terlepas saat berada di jarak yang terlalu jauh, tanpa perlu usaha lebih dan tidak akan merusak sistem.

Steker USB Type-C non-magnetik reguler terhubung ke port memanfaatkan slot di bagian dalam port untuk mengunci posisi. Namun, jika menggunakan kabel USB Type-C magnetik, magnet akan menonaktifkan fungsi slot, memungkinkan steker USB Type-C untuk terhubung dengan port hanya dengan tenaga magnet.

Melalui kabel bertenaga magnet ini, pengguna tidak perlu mengeluarkan tenaga untuk menghubungkan steker ke port, dan kabel akan dengan mudah dilepaskan hanya dengan menariknya menjauh dari tablet.

Berbeda dengan kabel reguler yang berpeluang mengalami kerusakan saat melepaskan kabel dengan menariknya dari tablet, yang tidak akan dialami oleh kabel bersistem magnetik.

Meski demikian, dokumen paten ini tidak menjamin bahwa Microsoft akan mengaplikasikan teknologi tersebut pada tablet Surface Pro generasi berikut.


Microsoft Ajukan Paten Sistem USB Type-C Magnetik Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2BSZpch

Smartphone 5G LG Tak Akan Jadi Seri G Terbaru

INILAHCOM, Seoul - Sejumlah vendor ternama bakal meluncurkan smartphone 5G pertama mereka pada 2019. LG diperkirakan akan membuat pengumuman serupa di ajang Mobile World Congress (MWC) 2019 pada Februari mendatang.

Sebelumnya diyakini bahwa handset 5G pertama LG mungkin diluncurkan sebagai LG G8. Namun, laporan baru mengklaim bahwa perangkat akan diluncurkan sebagai seri baru.

Mengutip Ubergizmo, LG Kabarnya LG akan meluncurkan smartphone 5G pertamanya sebagai bagian dari seri perangkat yang sama sekali baru. Itu tidak akan menjadi bagian dari seri G dan karenanya tidak akan disebut LG G8.

Perusahaan diharapkan untuk meluncurkan LG G8 secara terpisah pada Maret 2019 dan mungkin hanya memiliki kemampuan 4G.

Seorang pejabat senior dikutip dalam laporan tersebut mengatakan bahwa LG masih mempertimbangkan nama merek untuk smartphone 5G pertamanya.

Sebelum itu, perusahaan akan meluncurkan LG Q9 pada bulan Januari. Ini akan menjadi smartphone kelas menengah dengan chipset Snapdragon 660, RAM 4GB dan penyimpanan 32GB, serta baterai 3000mAh.

Hingga kini, LG masih belum mau mengomentari terkait hal ini. Namun, banyak yang akan menantikan penampilan LG di MWC 2019 untuk melihat bagaimana ponsel 5G mereka 'melawan' Samsung.


Smartphone 5G LG Tak Akan Jadi Seri G Terbaru Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2BUec6D