Rubrik Teknologi

Laman

Selasa, 01 Januari 2019

Mi 9 Jadi Smartphone Triple-Camera Pertama Xiaomi?

INILAHCOM, Beijing - Xiaomi dilaporkan sedang menyiapkan dua smartphone kelas atas terbarunya, yakni Mi 9 dan Mi Mix 4. Kabarnya Xiaomi menjagokan fitur kamera dari dua handset anyar ini.

Portal berita teknologi China, IT Home, menyebutkan Xiaomi Mi 9 dan Mi Mix 4 akan memiliki kemampuan konfigurasi kamera khusus. Misalnya, Xiaomi Mi 9 dikabarkan akan memiliki konfigurasi tiga kamera belakang.

Apabila kabar ini benar, maka Mi 9 akan menjadi smartphone dengan triple camera pertama Xiaomi. Kehadiran fitur tersebut dikabarkan berkat chipset Qualcomm Snapdragon 855 yang digunakannya.

Sementara itu, Xiaomi Mi Mix 4 disebut akan menghadirkan periscope lens pada kameranya, yang belum diketahui detailnya. Diduga periscope lens akan menghadirkan kemampuan optical zoom yang lebih mumpuni ketimbang smartphone lain, meskipun dengan ukuran lensa yang sama.

Sejauh ini, belum ada bocoran informasi lengkap terkait kedua smartphone tersebut. Beredar rumor bahwa Xiaomi Mi 9 bakal ikut menghadirkan kapasitas RAM 10GB.

Kedua smartphone ini digadang-gadang bakal masuk sebagai jajaran flagship Xiaomi di tahun 2019, sehingga menarik untuk diikuti perkembangannya.


Mi 9 Jadi Smartphone Triple-Camera Pertama Xiaomi? Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2F1KDnx

Hadiah eSports Kalahkan Kompetisi NBA dan FIFA

INILAHCOM, Jakarta - Kini eSports tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Pertumbuhannya yang pesat, menarik para perusahaan besar untuk menjadi sponsor, membuat setiap kompetisi eSports yang digelar memiliki hadiah besar.

Bahkan di beberapa kompetisi eSports, hadiahnya lebih besar dari kompetisi olahraga populer seperti basket dan sepakbola.

Berdasarkan paparan Nimo TV, kompetisi eSports terpopuler The International di tahun 2018 lalu mampu menawarkan hadiah total senilai US$25 juta atau sekitar Rp362 miliar.

Angka ini terbilang fantastis, pasalnya kompetis NBA Championship 'hanya' menawarkan hadiah sebesar US$13 juta atau sekitar Rp188 miliar dan FIFA Confederation Cup di angka US$20 juta atau sekitar Rp290 miliar. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan eSports yang diprediksi semakin besar ke depannya.

Masuknya kompetisi eSports sebagai cabang kompetisi di pertandingan olahraga internasional juga memperkuat pertumbuhannya. Mulai dari sekadar turnamen eksibisi di Asian Games 2018 dan dipastikan menjadi salah satu cabang di SEA Games 2019 serta Asian Games 2022.

Mengambil data riset dari Statista, pendapatan di sektor eSports kini telah berkembang hingga mencapai empat kali lipat dibandingkan 2012. Pada 2017, pendapatan sektor ini mampu mencapai US$493 juta atau sekitar Rp7 triliun.

Semakin banyak penggemar eSports, layanan seperti live streaming khusus di segmen game juga turut populer karena mampu menyajikan akses untuk menyaksikan kompetisi kelas dunia.

"Kami melihat minat penonton Nimo TV untuk menyaksikan live streaming turnamen setingkat Asia Tenggara dan nasional membuktikan betapa pesatnya pertumbuhan industri esport di Indonesia," ungkap Kevin Raharja, Head of Marketing Nimo TV Indonesia.

Di Indonesia, menurut dia, pihaknya melihat pertumbuhan pasar live streaming akan semakin meningkat memasuki tahun 2019.

"Selain karena pertumbuhan pesat komunitas esport di beberapa daerah di Indonesia seperti di Kalimantan dan Sulawesi, banyaknya penyelenggaraan turnamen eSports sepanjang tahun 2018 juga memberikan kontribusi besar atas pertumbuhan tersebut," ujarnya.


Hadiah eSports Kalahkan Kompetisi NBA dan FIFA Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2s37nuT

Produsen Korea Luncurkan 10 Model Baru pada 2019?

INILAHCOM, Seoul - Produsen mobil Korea Selatan diprediksi akan meluncurkan 10 model baru di tahun 2019 untuk pasar domestik guna meningkatkan penjualan di tengah persaingan yang lebih ketat dengan produsen mobil global, kata seorang pengamat industri.

Dilansir kantor berita Yonhap, pengamat tersebut mengatakan bahwa model SUV masih akan terus dihadirkan oleh para produsen mobil, menemani model sedan yang juga disiapkan untuk memberi pilihan bagi konsumen. Hal ini akan baik untuk pasar secara keseluruhan.

Dari lima pembuat mobil lokal, Kia Motors Corp dan SsangYong Motor Co. akan menjadi yang pertama memperkenalkan kendaraan terbaru pada 2019.

Kia akan mulai menjual mobil MPV all-new Soul, sementara SsangYong akan melepas model crossover Khan, yang merupakan pengembangan versi dari pickup Rexton Sports yang populer.

Kia Soul generasi ketiga itu akan hadir dengan bensin turbo 1,6-liter atau varian mobil listrik. Untuk varian mobil listrik akan menggunakan paket baterai berkapasitas dua kali lipat dibanding dengan model saat ini, serta adanya peningkatan performa mesin hingga 80 persen.

Sedangkan all-new Soul berbahan bakar bensin akan memiliki tenaga hingga 204 HP, dipadukan dengan transmisi kopling ganda 7-percepatan. Kia mengklaim paduan tersebut akan meningkatkan kinerja mobil secara keseluruhan.

Kia juga berencana merilis crossover yang lebih kecil dari Stonic menjelang akhir tahun yang diharapkan dapat menarik lebih banyak pelanggan.

Sementara itu, Hyundai Motor Co mengatakan akan menjual mid-size sedan Sonata generasi ke-8 pada semester pertama, dan crossover terkecil pada periode Juli-Desember.

SUV yang saat ini disebut dengan nama kode QX itu akan ditempatkan di bawah subkompak lima pintu Kona dan akan melengkapi jajaran crossover Hyundai, yakni Palisade, Santa Fe, Tucson dan Kona.

Hyundai mengatakan bahwa pihaknya berharap Sonata yang baru akan dapat membangkitkan kembali minat konsumen pada model sedan mid-size, lantaran Kia juga berencana untuk memperkenalkan sedan K5 pada tahun baru. K5 adalah nama domestik untuk sedan mid-size Optima yang dijual di AS dan beberapa tempat lainnya.

Di pasar kelas atas, Genesis yang merupakan sub-merek mewah Hyundai bersiap untuk menampilkan sedan all-new G80 dan SUV pertamanya, GV80, pada 2019.

SsangYong, unit lokal pembuat SUV asal India Mahindra & Mahindra Ltd, mengatakan bahwa selain Khan, mereka juga akan meluncurkan versi selanjutnya dari Korando C-nya, yang disebut sebagai C300, pada Maret 2019.

Adapun GM Korea Co mengatakan akan merilis dua mobil baru di paruh pertama 2019. Perusahaan yang menjadi perpanjangan tangan dari GM Amerika Serikat itu menyebut bahwa SUV tujuh dan delapan tempat duduk Traverse serta pickup Colorado akan diboyong untuk dijual di Korea Selatan.

Sementara itu, produsen mobil asing, seperti BMW, Mercedes-Benz, Audi dan Lexus, semuanya berencana untuk memperkenalkan model baru mulai dari mobil ramah lingkungan hingga SUV pada tahun depan, di tengah popularitas mobil impor. Pembuat mobil asing diperkirakan akan memperkenalkan sekitar 20 model baru di Korea Selatan sepanjang 2019.


Produsen Korea Luncurkan 10 Model Baru pada 2019? Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2SvqAkJ

Produk Tas Koper Resmi PlayStation

INILAHCOM, Jakarta - Pihak PlayStation mengeluarkan produk tas koper. Seperti apa?

Toko online Good Smile Company dan Sony bekerjasama untuk merilis sebuah produk tas koper.

Produk bernama Playstation Carry-on Luggage ini memiliki kapasitas 32 liter dan terbuat dari bahan plastik ABS serta polyurethane.

Playstation Carry-on Luggage tersedia dalam tiga jenis desain. Simak detail produknya melalui tautan berikut.


Produk Tas Koper Resmi PlayStation Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2QdAnKc

Kamuflase Kupu-kupu Ini Bentuknya Helai Daun Mati

INILAHCOM, Jakarta - Sebuah teknik kamuflase dari seekor kupu-kupu bentuknya adalah helai daun yang sudah mati. Seperti apa?

Saluran YouTube LIFE You Only Live Once melalui video terbaru unggahannya perlihatkan kupu-kupu jenis Kallima Inachus yang teknik kamuflase pertahanannya berbentuk helai daun yang sudah mati.



Kupu-kupu jenis ini hanya ada di wilayah Himalaya. Tonton videonya di bawah:


Kamuflase Kupu-kupu Ini Bentuknya Helai Daun Mati Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2F2mD2X

Perbandingan Ukuran Patung-patung Terkenal Dunia

INILAHCOM, Jakarta - Anda ingin tahu seperti apa perbandingan ukuran patung-patung ternama di seluruh dunia? Tonton videonya di bawah ini.

Saluran MetaBallStudios di YouTube melalui video unggahan terbarunya perlihatkan perbandingan ukuran dari berbagai patung terkenal dari seluruh dunia.

Ingin tahu patung apa saja serta perbandingannya? Saksikan tayangan berikut:.


Perbandingan Ukuran Patung-patung Terkenal Dunia Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2F18R1g

Aktivitas Pabrik China Menyusut, 2019 Lebih Sulit

INILAHCOM, Beijing - Aktivitas pabrik China pada Desember 2018 menyusut untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua tahun, menyoroti tantangan yang dihadapi China saat berusaha untuk mengakhiri perang perdagangan dengan AS dan mengurangi risiko perlambatan ekonomi yang lebih tajam pada 2019.

Meningkatnya ketegangan pada pabrik-pabrik menandakan hilangnya momentum yang berkelanjutan di China, menambah kekhawatiran tentang pelunakan pertumbuhan global, terutama jika perselisihan China-AS berlanjut.

Gesekan perdagangan sudah mengganggu rantai pasokan global, memicu kekhawatiran pukulan lebih besar tahun depan terhadap perdagangan dunia, investasi, dan pasar keuangan yang goyah.

Indeks Manajer Pembelian (PMI) resmi --potret pertama ekonomi China setiap bulan-- turun menjadi 49,4 pada Desember, di bawah level 50 poin yang memisahkan pertumbuhan dari penyusutan, survei Biro Statistik Nasional (NBS) menunjukkan pada Senin (31/12/2018).

Itu adalah penyusutan pertama sejak Juli 2016 dan pembacaan terlemah sejak Februari 2016. Analis memperkirakan akan turun menjadi 49,9 dari 50,0 bulan sebelumnya.

China diperkirakan akan meluncurkan lebih banyak langkah dukungan ekonomi dalam beberapa bulan mendatang di atas serangkaian inisiatif tahun ini. Penurunan yang berkepanjangan di sektor pabrik, kunci untuk pekerjaan, kemungkinan akan memicu upaya lebih lanjut untuk memenuhi permintaan domestik.

Pada November 2018, output industri naik paling sedikit dalam hampir tiga tahun, sementara pertumbuhan pendapatan di perusahaan-perusahaan industri turun untuk pertama kalinya dalam hampir tiga tahun.

Sub-indeks PMI pada harga output pabrik keseluruhan turun menjadi 43,3 pada Desember 2018 dari 46,4, menandakan erosi pendapatan. Indeks pada keseluruhan produksi turun menjadi 50,8, terendah sejak Februari, dari 51,9.

Pesanan baru --indikator aktivitas di masa depan-- terus melemah, memperkuat pandangan bahwa kondisi bisnis di China kemungkinan akan semakin buruk.

Sub-indeks untuk total pesanan baru dikontrak untuk pertama kalinya dalam setidaknya satu tahun, jatuh ke 49,7 di tengah permintaan yang terus-menerus lemah di dalam negeri dan pelemahan pertumbuhan global.

Banyak analis meragukan bahwa Beijing dan Washington dapat menjembatani banyak perbedaan mereka dan mencapai kesepakatan perdagangan komprehensif dalam putaran pembicaraan terakhir.

Awal Desember lalu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping menyetujui untuk gencatan senjata 90 hari yang menunda kenaikan tarif yang direncanakan AS pada 1 Januari 2019 untuk barang-barang China senilai US$200 miliar, sementara kedua pihak bernegosiasi.

Trump mengatakan pada akhir pekan lalu bahwa kemungkinan kesepakatan perdagangan berkembang dengan baik, tetapi beberapa detail konkrit telah muncul.

Perang perdagangan telah menghasilkan miliaran dolar kerugian bagi kedua belah pihak tahun ini, memukul industri dari otomotif dan teknologi ke pertanian AS.

"Ada banyak pesanan jangka pendek dari luar negeri tetapi beberapa pesanan jangka panjang yang diterima oleh pabrik-pabrik China karena kehati-hatian tetap di tengah ketidakpastian perdagangan," kata Nie Wen, ekonom di Hwabao Trust Shanghai.

"Prospek ekspor jangka menengah ke panjang tidak terlalu optimis," imbuhnya.

Gudang-gudang di seluruh AS penuh dengan barang-barang China setelah pengecer menimbun sebelum tarif baru, menunjukkan sedikit peluang rebound ekspor jangka pendek bahkan jika kesepakatan perdagangan tercapai.

Satu titik terang dalam data suram adalah kenaikan moderat di sektor jasa. PMI non-manufaktur resmi naik menjadi 53,8 dari 53,4.

Sektor otomotif China sangat terpukul. Penjualan di pasar mobil terbesar di dunia akan turun untuk pertama kalinya sejak setidaknya tahun 1990.

"Desember lalu kami melihat tingkat pemanfaatan kapasitas pembuat mobil China secara keseluruhan di sekitar 56 persen, tapi sekarang kami memperkirakan sekitar 50 persen," kata Alan Kang, analis senior di LMC Automotive, kepada Reuters.

"Pembuat mobil pada umumnya memotong produksi," tambahnya.

Pasar saham Cina anjlok sekitar 25 persen pada tahun 2018, sementara yuan telah kehilangan sekitar 5 persen terhadap dolar AS. [tar]


Aktivitas Pabrik China Menyusut, 2019 Lebih Sulit Baca Berita Dari Sumber http://bit.ly/2CKQtaH