Rubrik Teknologi

Laman

Jumat, 01 Maret 2019

Motorola Siapkan Kehadiran Smartphone Layar Lipat

INILAHCOM, San Francisco - Motorola kabarnya tengah menggarap pembuatan smartphone layar lipat mereka yang menurut rencana bakal diluncurkan pada musim panas tahun ini.

Mengutip sumber anonim, CNET menyebut bahwa smartphone itu akan menjadi penerus model Razr dan bakal dibanderol seharga US$1.500.

Smartphone layar lipat Motorola ini bakal memakai rancangan yang berbeda dari Samsung Galaxy Fold, yang baru diperkenalkan beberapa waktu lalu.

Layarnya akan dilipat ke bawah, seperti model Moto Razr keluaran zaman ponsel flip.

Jika kabar tersebur benar, Motorola akan meramaikan tren smartphone layar lipat tahun ini, selain Samsung dan Huawei Mate X.

Para produsen smartphone layar lipat ini membidik para konsumen yang menyukai layar besar karena saat layar dibentangkan, perangkat bakal memiliki fungsi tablet.


Motorola Siapkan Kehadiran Smartphone Layar Lipat Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2UkzNxj

Hyundai dan Kia Recall 534.000 Kendaraan di AS

INILAHCOM, Fountain Valley - Hyundai Motor Co dan Kia Motors Corp menyebut bahwa mereka melakukan recall atau penarikan unit untuk perbaikan terhadap sekitar 534.000 kendaraan di AS yang berisiko mengalami kebakaran pada mesin.

Mengutip Reuters, Kia menyatakan sudah menarik 378.000 unit Kia Soul produksi 2012-2016 atas kerusakan mesin dan risiko terjadinya kebakaran, sementara Hyundai dan Kia telah menarik 155.000 Hyundai Tucson 2011-2013 dan Kia Sportage 2011-2012 atas kemungkinan kebocoran tangki minyak.

Bulan lalu, kedua perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu mengatakan akan menarik kembali 168.000 kendaraan karena adanya risiko kebakaran.

Hingga saat ini, Hyundai dan Kia sudah menarik lebih dari 2,3 juta kendaraan sejak 2015 untuk mengatasi berbagai risiko kebakaran pada mesin.

Pada November tahun lalu, Reuters melaporkan bahwa jaksa federal telah meluncurkan penyelidikan kriminal terhadap Hyundai dan Kia untuk memastikan apakah penarikan kendaraan yang dikaitkan dengan kerusakan mesin dilakukan dengan benar.

Baik Hyundai maupun Kia menolak untuk mengomentari penyelidikan tersebut.

Pada Mei 2017, Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau NHTSA membuka penyelidikan resmi terhadap penarikan hampir 1,7 juta kendaraan Hyundai dan Kia atas kerusakan mesin.

Hyundai mengatakan telah bertemu dengan NHTSA pada Desember 2018 untuk membahas analisis perusahaan dan badan tersebut memberi tahu perusahaan bahwa Hyundai diharapkan melakukan penarikan terhadap Hyundai Tucson 2011-2013.

Tak ada laporan kecelakaan atau cedera terkait dengan penarikan itu, kata perusahaan.

Kia mengatakan, penarikan didorong oleh adanya suhu gas buang yang tinggi yang dapat merusak catalytic converter dan berpotensi pada bagian lain. Diler akan memutakhirkan perangkat lunak untuk mencegah overheating dari catalytic converter.

Reuters melaporkan pada Januari lalu bahwa perusahaan akan menawarkan peningkatan perangkat lunak untuk 3,7 juta kendaraan yang tidak ditarik kembali. Pembaruan perangkat lunak bertujuan melindungi kendaraan dari kerusakan internal dan mereka juga akan menawarkan jaminan baru untuk masalah mesin.

Whistleblower Korea Selatan pada 2016 melapor kepada NHTSA, yang telah memeriksa ketepatan waktu dari tiga penarikan kembali di AS dan apakah mereka telah mengurus kendaraan tersebut.

Pada 2015, Hyundai menarik kembali 470.000 sedan Sonata di AS, mengatakan kerusakan mesin akan menyebabkan kendaraan mogok, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Pada saat itu, Kia tidak menarik kendaraannya yang juga menggunakan mesin 'Theta II'.

Pada Maret 2017, Hyundai memperluas penarikan di AS, menjadi 572.000 kendaraan Sonata dan Santa Fe Sport dengan mesin 'Theta II', dengan masalah yang sama.

Pada hari yang sama, Kia juga menarik 618.000 kendaraan Optima, Sorento, dan Sportage, yang semuanya menggunakan mesin yang sama.

Pada Rabu lalu (27/2/2019), Pusat Keamanan Otomatis, yang telah mengajukan petisi kepada NHTSA untuk menuntut penarikan kendaraan tambahan.

Mereka mengatakan kepada Kongres bahwa Kia dan Hyundai harus menarik kembali lebih banyak kendaraan yang berisiko terbakar setelah adanya laporan 300 kasus kebakaran yang bukan disebabkan tabrakan.


Hyundai dan Kia Recall 534.000 Kendaraan di AS Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2ILjU1h

32 Finalis Bertarung di CustoMAXI 2018-2019

INILAHCOM, Jakarta - Sebanyak 32 finalis akan bertarung pada putaran final kontes modifikasi sepeda motor skutik Yamaha CustoMAXI 2018-2019, yang akan digelar di Cihampelas Walk, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (2/3/2019).

CustoMAXI merupakan kontes modifikasi online yang digelar sejak 2017-2018, dengan melibatkan model Yamaha MAXI, yakni Nmax, Xmax, Aerox, dan Lexi.

Rangkaian semifinal sudah dihelat di delapan kota, dimulai dari Bekasi, kemudian Yogyakarta, Balikpapan, Makassar, Medan, Denpasar, Surabaya, dan Bandung yang juga bertindak sebagai tuan rumah putaran final.

Dari tiap kota, diambil empat finalis dari kategori Master Class Nmax, Master Class Xmax, Master Class Aerox 155, dan Rising Star Lexi, sehingga muncul 32 finalis di partai puncak.

"Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan semua partisipan sepanjang pelaksanaan CustoMAXI periode 2018-2019. Mereka telah mempersembahkan karya-karya terbaik yang turut mewarnai dunia modifikasi sepeda motor di Indonesia," kata Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), dalam keterangan tertulisnya.

"Kini, tiba saatnya memilih yang terbaik di grand final pada puncak event CustoMAXI yang dilaksanakan akhir pekan ini," imbuhnya.

Pihak Yamaha memilih Bandung sebagai lokasi grand final menyusul besarnya animo masyarakat setempat terhadap dunia modifikasi, khususnya untuk skutik-skutik MAXI Yamaha.

Salah satu juri CustoMAXI, Ivan Casagrande, mengatakan peserta boleh melakukan perubahan sepeda motor untuk bertarung di final.

"Sesuai dengan regulasi CustoMAXI periode 2018-2019, para peserta diperbolehkan melakukan perubahan pada motornya untuk final. Biasanya yang dilakukan peserta adalah perubahan minor seperti pengecatan, lebih detail lagi dalam merapikan part-part dan finishing," katanya.

"Sepanjang pelaksanaan CustoMAXI kali ini, kami melihat para peserta begitu bersemangat menyuguhkan inovasi dan terobosan teknologi. Kebanggaan mereka bertambah setelah ikut ajang ini dan hasil kompetisi ini berpengaruh signifikan sebagai barometer dalam uji keahlian antarmodifikator," lanjut Ivan.


32 Finalis Bertarung di CustoMAXI 2018-2019 Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2ToVtLg

Tiket Konser John Mayer Hanya Rp12.000, Mau?

INILAHCOM, Jakarta - Ada kejutan jelang konser musisi beken AS John Mayer di Indonesia. Bukalapak menawarkan tiket konser bertajuk John Mayer World Tour 2019 hanya seharga Rp12.000, rata untuk kategori VIP, Platinum, Premium Festival, dan Green.

Ini adalah bagian dari program 'Serbu Seru' persembahan dari Bukalapak sebagai Presenting Sponsor John Mayer World Tour 2019.

Program 'Serbu Seru' ini akan berlangsung mulai 4 Maret hingga 13 Maret 2019 dan dilakukan dalam dua sesi setiap hari, yakni pukul 10.00-16.00 WIB dan 16.00-23.00 WIB, hanya di aplikasi Bukalapak.

Dipromotori oleh Third Eye Management (TEM) dan Dyand Mas Entertainment Asia (DMEASIA), konser John Mayer di Indonesia akan dihelat pada 5 April 2019 di ICE BSD City, Tangerang, Banten.


Tiket Konser John Mayer Hanya Rp12.000, Mau? Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2tGA4Pe

Bos Huawei 'Sindir' Smartphone Layar Lipat Samsung

INILAHCOM, Barcelona - Huawei dan Samsung membuat gebrakan di ajang MWC 2019 lantaran kedua raksasa teknologi itu merilis kehadiran smartphone layar lipat mereka.

Dalam sesi wawancara dengan Business Insider, CEO Huawei Richard Yu mengatakan bahwa semula mereka membuat prototipe rancangan smartphone layar lipat Huawei yang mirip dengan Samsung Galaxy Fold. Tapi, mereka urung memakai rancangan itu karena dianggap 'tidak bagus'.

"Saya rasa dengan dua layar, layar depan dan layar belakang, membuat perangkat terlalu berat," kata Yu, seperti dilansir GSM Arena.

Huawei pada saat itu punya tiga proyek sekaligus dan mengaku punya desain yang lebih baik dari Samsung Galaxy Fold, tapi, proyek tersebut dihentikan langsung oleh Yu.

"Desainnya jelek," kata dia.

Meski pun sama-sama punya layar yang bisa dilipat, Huawei Mate X dan Samsung Galaxy Fold memiliki rancangan lipat yang berbeda untuk mengubah perangkat dari ponsel menjadi tablet.

Huawei Mate X dapat berubah dari tablet menjadi ponsel dengan melipatnya ke dalam. Layar tablet secara otomatis akan terbelah menjadi dua sehingga ponsel memiliki dua layar, di depan dan di belakang.

Adapun Samsung Galaxy Fold memiliki layar ponsel utama di bagian depan. Begitu dibuka, seperti membuka buku, terdapat layar seukuran tablet.

Rancangan kedua perangkat itu pun diperbincangkan, para penggemar teknologi berdebat untuk menobatkan rancangan mana yang terbaik.

Banyak yang menilai Huawei Mate X lebih unggul karena desain seperti itu, tapi, layar yang dilipat keluar akan rentan tergores.

Kelompok penggemar teknologi lainnya khawatir debu atau benda kecil lainnya bisa masuk ke lipatan Samsung Galaxy Fold dan merusak smartphone layar lipat tersebut.

Analis dari Forrester, Frank Gillet menyatakan, masih terlalu dini menyatakan mana rancangan yang terbaik karena kedua produk tersebut belum resmi dilempar ke pasar.

Harga jual smartphone layar lipat sangat tinggi jika dibandingkan dengan smartphone kelas flagship yang saat ini beredar. Huawei Mate X dijual seharga US$2.600 dan Samsung Galaxy Fold US$1.980 dolar.

Gillet khawatir perangkat seperti ini tidak bertahan lama karena engsel dan mekanisme di smartphone layar lipat tidak akan menyaingi durabilitas smartphone umumnya yang berbentuk candybar.


 


Bos Huawei 'Sindir' Smartphone Layar Lipat Samsung Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2C0K0HM

Menteri Kominfo Soroti Disrupsi Media Digital

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara resmi membuka Konferensi Digital dan Rakernas Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) di Perpusnas, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).

Dalam pidato sambutannya, Ketua Umum AMSI Wenseslaus Manggut menyebutkan, Rakernas akan lebih menitik-beratkan pemahaman pengelola digital media terhadap potensi bisnis ditengah tantangan dan keterbukaan persaingan.

"Pesaingan digital media tidak sekedar dengan sesama media, tapi juga pengusaha platfom yang sekarang juga ramai menyediakan konten. Karena itu, jika tidak dipahami strategi bisnis media, maka masa depan para anggota AMSI bisa terancam," ujarnya.

Sementara Menkominfo Rudiantara secara global membenarkan kekhawatiran Ketua Umum AMSI bahwa digital media yang sekarang menglobal sangat terbuka. Bukan karena kemajuan teknologi, melainkan perubahan pola pikir. Masyarakat sekarang pasti memilih segala yang lebih mudah.

"Misalnya untuk tiket pesawat, tidak ada lagi yang beli tiket di agen travel secara manual. Cukup beli secara online," papar Rudiantara.

Dia juga menegaskan, kebijakan pemerintah sangat mendukung percepatan penyediaan jaringan internet berkapasitas tinggi. Pembangunan jaringannya dibangun sampai kawasan-kawasan perbatasan negara. Seperti di perairan Natuna dan Anambas, Kawasan Laut Natuna Utara.

Secara agenda, pada hari pertama, seluruhnya diisi diskusi dengan sejumlah pratisi dan pakar media digital.

Tampil sebagai pembicara, seperti Pemimpin Redaksi Harian Kompas Ninuk Mardiana Pambudy, Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Rhenald Kasali, dan sejumlah pembicara kapabel lainnya.

Sementara pada hari kedua sepenuhnya untuk membahas program kerja AMSI 2019. Rakernas akan diikuti 16 pengurus wilayah dari seluruh Indonesia dan juga para pengurus wilayah dan koordinator wilayah.


Menteri Kominfo Soroti Disrupsi Media Digital Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2SC0pbr

Penjualan Perdana, Advan S6 Plus Laris Manis

INILAHCOM, Jakarta - Tak butuh waktu lama setelah peluncurannya, Advan menggelar penjualan S6 Plus di Tokopedia. Dalam sesi penjualan perdananya Rabu, 27 Februari 2019, smartphone anyar dari Advan ini laris manis diborong konsumen.

Public Relations Manager Advan Mohamad Ilham Pratama mengatakan bahwa permintaan Advan S6 Plus yang tinggi itu merupakan pertanda bahwa smartphone berbasis sistem operasi Android Go tersebut diterima oleh masyarakat Indonesia.

Advan S6 Plus dilengkapi pendeteksi wajah, lalu layar lebar 5,5 inci beraspek rasio 18:9 dengan harga Rp800 ribuan, menjadikan fitur yang ada di dalamnya berada di atas value-nya.

Saat penjualan perdana, Ilham menyebutkan Advan menargetkan sebanyak puluhan ribu unit. Respon konsumen baik dan mereka berlomba untuk bisa membeli smartphone Android GO terbaik Rp800 ribuan.

“Sebagai brand lokasl Indonesia satu-satunya yang ada di top 5 pasar smartphone Tanah Air, Advan berkomitmen akan selalu menghadirkan produk terbaik dan yang dibutuhkan Indonesia," katanya.

Sementara itu, Senior Lead HP & Gadget Category Tokopedia Willy Pawitra mengatakan bahwa Tokopedia menyambut baik keberhasilan kerja sama dengan Advan.

"Advan telah memudahkan pengguna Tokopedia untuk mendapatkan smartphone berkualitas dengan harga yang terjangkau. Selamat untuk Advan, semoga ke depannya kerja sama ini dapat terus berlangsung dengan baik," ujarnya.

Advan S6 Plus merupakan smartphone yang menjalankan sIstem operasi Android GO. Dengan Android murni itu, performa menjadi lebih optimal, lancar tanpa kendala, meski perangkat tersebut hanya didukung RAM 1GB dan memori internal 8GB.

Dengan memiliki Advan S6 Plus, konsumen sudah mempunyai smartphone layar 5,5 inci full view display. Layar lebar membuat menonton video atau beragam aktivitas kian mengasyikan, sebab layar tanpa ada bingkai yang menghalangi. Juga perangkat ini sudah mendukung jaringan 4G.

Hal lain yang menarik adalah telah dibekali sistem keamanan pendeteksi wajah atau Face ID. Membuka layar dengan cepat cukup mengenali wajah pengguna yang didaftarkan.

Beragam fitur teknologi tersebut ada dalam genggaman konsumen, cukup mengeluarkan uang Rp800 ribuan. Sebab, fitur tersebut biasanya ada di smartphone di atas Rp1 juta.


Penjualan Perdana, Advan S6 Plus Laris Manis Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2Nzz74k