Rubrik Teknologi

Laman

Sabtu, 02 Maret 2019

Pertamina Lubricants Hadirkan Aplikasi Dr Lube

INILAHCOM, Jakarta - Pertamina Lubricants meluncurkan aplikasi Dr Lube yang berbasis Progresive Web Aplication (PWA), sebagai solusi guna mempermudah konsumen menemukan oli terbaik untuk kendaraannya.

Manager Brand and Communication PT Pertamina Lubricants Syafaat Jajuli mengatakan, aplikasi itu merupakan salah satu cara guna memperluas jaringan produk pelumas Pertamina

"Aplikasi ini dasarnya dibuat untuk konsumen kami yang ingin mencari produk agar tidak kebingungan. Dengan aplikasi ini menjadi lebih mudah untuk mencari produk kita nantinya," ujarnya.

Dia menambahkan bahwa aplikasi tersebut sangat mudah digunakan dan diakses oleh konsumen, tanpa harus mengunduhnya terlebih dahulu.

"Dengan mengusung tagar #GakRibet, aplikasi ini bisa digunakan tanpa perlu harus mengunduh. Caranya pun sangat mudah, cukup dengan melakukan scan QR Code, atau membuka tautan drlube.pertaminalubricants.com," jelas Syafaat.

Pertamina Lubricants pun telah bermitra dengan aplikasi Waze untuk menemukan lokasi-lokasi penjualan produk pelumas.

"Kami bekerja sama dengan Waze, produk kami juga bisa di temukan di aplikasi Waze, misal konsumen ingn membeli produk kami, nantinya tinggal ketik saja di aplikasi tersebut, nantinya akan di-direct oleh aplikasi tersebut," jelasnya.

Dr Lube diluncurkan secara resmi oleh PT Pertamina Lubricants di booth Fastron Pertamina Lubricants event Java Jazz Festival (JJF) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

"Segmen JJF ini sesuai dengan segmen kami, karena kelasnya juga sesuai dengan produk kami yaitu, menengah ke atas," kata Syafaat.

Selama pagelaran JJF 2019, Pertamina Lubricants juga memberikan promo spesial berupa kupon diskon sampai dengan 50 persen untuk setiap konsumen yang membeli Fastron Gold dan Techno Series. Promo ini hanya berlaku di booth Pertamina Fastron selama JJF 2019 berlangsung.
 


Pertamina Lubricants Hadirkan Aplikasi Dr Lube Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2IKvEBb

Apple Bikin Paten Cegah Layar Lipat Cepat Rusak

INILAHCOM, San Francisco - Meski belum mengikuti jejak Samsung dan Huawei meluncurkan smartphone layar lipat, namun Apple sudah mengantisipasi kerusakan layar fleksibel itu jika terlalu sering ditekuk.

Mengutip Phone Arena, Apple membuat paten untuk mencegah layar rusak akibat dilipat, terutama ketika dalam keadaan dingin. Raksasa teknologi yang bermarkas Cupertino, California, AS tersebut meyakini kunci utama agar layar awet adalah mencegah panas.

Oleh karena itu, Apple memakai berbagai jenis sensor agar dapat melacak temperatur panel layar di smartphone layar lipat. Jika layar terlalu dingin, komponen terpisah akan menciptakan sedikit panas ke panel display.

Cara ini diyakini membantu panel felksibel untuk beradaptasi ke setiap posisi sehingga dapat mengurangi potensi kerusakan.

Sayangnya, komponen yang dapat menciptakan panas ke panel layar juga berakibat pada bobot atau bentuk perangkat yang tentunya akan lebih membengkak dan tebal.



Apple pun membuat solusinya dengan secara otomatis meningkatkan kecerahan layar di area tertentu untuk memanaskan panel. Begitu panel sudah mendapatkan panas yang cukup, secara otomatis kecerahan akan turun.

Hingga kini belum terbukti apakah rancangan tersebut dapat benar-benar diaplikasikan ke smartphone layar lipat, karena belum ada tanda-tanda Apple sedang menguji coba perangkat yang akan menjadi saingan Samsung dan Huawei.

Rumor yang beredar, iPhone dengan layar lipat baru akan muncul pada pertengahan 2020.


Apple Bikin Paten Cegah Layar Lipat Cepat Rusak Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2NBxkfe

Suzuki Dukung Kesuksesan Indopacific Nusantara

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai lini produk andalan Suzuki di pasar kendaraan niaga, terutama untuk segmen low pick up, Suzuki Carry Pick Up telah mendampingi para pelaku usaha di berbagai industri dan skala bisnis selama lebih dari 40 tahun, salah satunya adalah PT Indopacific Nusantara.

Perusahaan yang merupakan sole distributor AC Haier ini telah mempercayakan kendaraan operasionalnya pada Suzuki sejak tahun 2014. Hingga saat ini, lebih dari 100 unit armada Carry Pick Up dan Box telah digunakan oleh seluruh diler Indopacific Nusantara di Indonesia.

Bahan bakar yang irit serta akses perawatan yang tersedia di berbagai daerah menjadi alasan utama bagi Indopacific Nusantara untuk merekomendasikan Carry Pick Up sebagai kendaraan operasional pilihan mereka.

"Carry sangat sesuai untuk digunakan sebagai mobil operasional servis. Irit bahan bakar menjadi salah satu kelebihannya untuk menjangkau para konsumen yang membutuhkan layanan aftersales," kata Prabawa Heru Bharata, Assistant Service Manager PT Indopacific Nusantara.

Sejak pertama kalinya Indopacific Nusantara menggunakan Carry Pick Up pada 2014, Suzuki berhasil mencatatkan pertumbuhan positif penjualan retail kendaraan niaga ini dengan total 284.453 unit secara nasional pada periode 2014-2018.

Untuk wilayah Jabodetabek, kontribusi penjualan Suzuki Carry Pick Up mencapai 30 persen dari penjualan retail nasional.

"Saya merekomendasikan diler-diler kami di seluruh Indonesia untuk menggunakan Carry Pick Up, karena selain irit dan layanan purnajualnya sudah tersedia di mana-mana, mobil ini juga memiliki bak yang luas sehingga dapat memuat banyak barang," ujar Dandi Hilwandra, Marketing PT Indopacific Nusantara.

"Selain irit dan dapat memuat banyak barang, Carry Pick Up juga unggul dari ketangguhan mesin, sasis dan kaki-kaki sehingga dapat digunakan dalam waktu yang lama. Tak hanya itu, apabila dijual kembali Carry Pick Up juga masih memiliki nilai yang tinggi di pasaran," timpal Suharmono Wiratna, Sales Marketing PT Indopacific Nusantara.

Kepercayaan yang berhasil diraih Suzuki Carry Pick Up merupakan bukti bahwa kendaraan niaga Suzuki ini adalah armada angkut yang andal dan irit. Hal ini sesuai dengan konsep 'ILMU' yang tertanam di kendaraan niaga ini, yaitu Irit bensin dan perawatannya, Lama umur pemakaiannya, Muat banyak, dan Untung di ujung.


Suzuki Dukung Kesuksesan Indopacific Nusantara Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2NBTii6

Jumat, 01 Maret 2019

New Honda Mobilio Tetap Irit Bahan Bakar

NEW Honda Mobilio resmi dikenalkan oleh Honda Prospect Motor (HPM) di Jakarta pada 21 Februari 2019. Satu pekan kemudian, INILAHCOM bersama sejumlah jurnalis lain berkesempatan menjajal kemampuan kendaraan dari segmen Low MPV yang menjadi pesaing Toyota Avanza, Suzuki Ertiga, dan Mitsubishi Xpander ini.

Hadir dengan sejumlah penyegaran pada eksterior serta beberapa fitur baru pada interior, New Honda Mobilio tetap mengandalkan keunggulan utamanya sebagai mobil yang fungsional untuk keperluan sehari-hari.

Oleh karena itu pada test drive kali ini, HPM mengajak para jurnalis untuk berfokus pada efisiensi bahan bakar yang ditawarkan. Seolah ingin mengingatkan kembali bahwa Mobilio memiliki tenaga terbesar di kelasnya, tetapi tetap irit konsumsi bahan bakarnya.

Hasilnya, ada salah satu mobil unit test drive yang mampu mencapai angka 21,6 kilometer per liter.

Baca juga: Tambah Fitur Baru, Honda Segarkan Tampilan Mobilio

Efisiensi itu didapatkan setelah para jurnalis mengemudikan New Honda Mobilio dari kawasan Cilandak Jakarta Selatan menuju BSD Tangerang, kemudian bertolak ke Pantai Indah Kapuk dan finish di Ancol, Jakarta Utara, sejauh lebih dari 60 kilometer dengan melibas sejumlah titik kemacetan.

Namun, efisiensi itu tercapai dengan cara tidak menyalakan AC selama perjalanan. Sedangkan yang menggunakan pendingin udara mencatatkan angka 17 kilometer per liter (termasuk yang dikendarai oleh INILAHCOM), berdasarkan pantauan angka di Multi-Information Display (MID).

Meski demikian, konsumsi bahan bakar itu terbilang cukup irit mengingat kondisi cuaca yang panas dan jalanan macet.



* * *

Marketing and After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy mengatakan bahwa Mobilio memang kendaraan fungsional yang ditujukan untuk keluarga dengan penambahan fitur yang semakin baik, serta hemat bahan bakar.

Model Mobilio terbaru memang tidak banyak berubah, namun menawarkan nilai lebih kepada konsumen yang membutuhkan kendaraan untuk sehari-hari.

"Ada konsumen dari kalangan smart buyer yang melihat dari sisi fungsional dan running cost. Mereka yang membandingkan ke sana," kata Jonfis, di sela-sela acara test drive.



Memang tidak banyak ubahan masif di New Honda Mobilio. Penyegaran yang dilakukan memang tergolong minim, tetapi cukup terasa. Di antaranya lampu depan proyektor dengan LED Daytime Running Light, velg 15 inci dengan desain baru, juga spoiler anyar yang lebih stylish di bagian depan, samping, dan belakang.

Untuk menambah kenyamanan di sepanjang perjalanan, New Honda Mobilio kini dilengkapi dengan New 6.2-inch Resistive Touchscreen Display Audio yang mendukung berbagai fitur seperti Hands Free Telephone, Bluetooth Connection, Rear Camera serta pemutar CD dan DVD.

Nuansa di dalam kabin juga semakin segar dengan warna baru pada bagian dasbor dan interior yang berwarna hitam dan ivory (two-tone), serta pola kain baru yang melapisi seluruh kursi kabin.



* * *

Di pasar Low MPV yang punya persaingan sangat ketat, Mobilio tidak lagi jadi primadona penjualan.

Sepanjang 2018, Toyota Avanza tetap memimpin pasar dengan 82.167 unit. Di posisi kedua menempel ketat Mitsubishi Xpander di angka 75.075 unit, diikuti Suzuki Ertiga 32.592 unit, Daihatsu Xenia 29.521 unit, dan Honda Mobilio 23.561 unit. Di belakangnya ada pesaing asal China, Wuling Confero dengan 11.062 unit.

Sebagai perbandingan, sepanjang 2017 dan 2016, Mobilio terjual masing-masing 35.430 unit dan 39.482 unit. Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2013, Honda Mobilio telah terjual sebanyak 221.537 unit.

Bisa dibilang 'masa-masa keemasan' Mobilio sudah berlalu. Kini Mobilio tidak lagi dicari oleh tipe konsumen trend seeker, yakni para pembeli mobil terbaru yang melihat tren yang sedang berkembang. Konsumen tipe ini umumnya tidak terlalu berpikir soal budget, tetapi lebih mementingkan tren mobil baru yang sedang ramai.

Hal tersebut pun diakui oleh Jonfis. Dia mengatakan Honda sudah pernah mengalami lonjakan penjualan saat Mobilio baru meluncur beberapa tahun lalu. Namun, untuk saat ini, Honda hanya mempertahankan penjualan Mobilio dengan cara menambah fitur-fitur baru.

"Antara faktor lifetime dengan nilai mobilnya kadang-kadang sudah mulai turun, tapi kami bisa atur menjadi kompetitif. Dari segi harga mobil, hingga suku cadang," kata Jonfis yang tetap menargetkan New Honda Mobilio terjual sebanyak 20.000-an unit setahun.

Menurut dia, konsumen Mobilio beralih ke tipe smart buyer dan everyday user.

Smart buyer adalah pembeli yang kritis, tak hanya mementingkan fitur, tapi juga memperhitungkan running cost, kenyamanan maupun resale value alias harga jual kembali.

Sementara everyday user, Jonfis menambahkan, adalah konsumen yang menggunakan mobil untuk kegunaan sehari-hari dan sudah tahu mobil seperti apa yang dibutuhkan.

"Kami maksimalkan value yang bisa mereka dapat. Seperti yang dilakukan sekarang dengan penyegaran di eksterior maupun fitur. Mudah-mudahan konsumen bisa menerima," ujarnya.



Jonfis pun percaya bahwa Mobilio yang merupakan Low MPV berdesain stylish, irit bahan bakar, dan fun to drive itu meski tak lagi menjadi pemimpin pasar, tapi masih sangat relevan dengan kebutuhan konsumen.

"Kami tunjukkan kelebihan-kelebihan layanan yang dimiliki Honda, termasuk running cost yang rendah," paparnya.

Kelebihan itu antara lain fasilitas purnajual dengan biaya operasional rendah seperti gratis biaya jasa perawatan hingga 50.000 km/4 tahun hingga fasilitas layanan darurat 24 jam Experience Honda yang meliputi bantuan di jalan.

Jonfis menambahkan, Low MPV adalah segmen pasar terbesar di Indonesia. Meski demikian konsumen di segmen ini sangat sensitif terhadap harga. Oleh karena itu, pihak HPM sengaja memberikan lebih banyak fitur dan value, tetapi tetap tidak menaikkan harga.



* * *

New Honda Mobilio masih mengusung berbagai fitur yang menjadi keunggulan dari model ini. Dari sisi performa, kendaraan keluarga ini didukung mesin 1.5L i-VTEC yang menghasilkan tenaga 118 PS pada 6.600 rpm sebagai yang terbesar di kelasnya.

Dilengkapi dengan transmisi CVT with Earth Dreams Technology, New Honda Mobilio juga menghasilkan efisiensi bahan bakar yang tinggi.

Untuk keselamatan pengendara, mobil ini telah menggunakan rangka G-CON + ACETM untuk meredam benturan saat terjadi kecelakaan, serta dilengkapi Dual Front SRS Airbags untuk perlindungan lebih lengkap.

Sistem pengereman New Honda Mobilio juga didukung dengan ABS + EBD, sedangkan khusus untuk varian New Honda Mobilio RS mendapatkan tambahan fitur Vehicle Stability Assist (VSA) dan Hill Start Assist (HSA).



Sejak pertama kali diluncurkan pada September 2013, Honda Mobilio hadir sebagai mobil Low MPV berdesain stylish, irit bahan bakar, dan fun to drive. Hingga kini, Honda Mobilio telah terjual sebanyak 221.537 unit dan meraih 18 penghargaan dari berbagai media otomotif di Indonesia, di antaranya yaitu Car of the Year 2014, Best of the Best MPV 2015, dan Best Low MPV 2016.

New Honda Mobilio tersedia dalam tujuh pilihan warna yang terdiri dari Taffeta White, Lunar Silver Metallic, Modern Steel Metallic, Crystal Black Pearl, serta penambahan warna baru Coffee Cherry Red Metallic.

Khusus untuk varian RS memiliki dua pilihan warna lainnya, yakni Phoenix Orange Pearl dan White Orchid Pearl.

* * *

New Honda Mobilio S (M/T) hadir dengan beberapa fitur seperti New Stylish Front Grille Design, New 15" Alloy Wheel, New 2DIN Audio with Bluetooth & Hands Free Telephone.

New Honda Mobilio E (M/T dan CVT) hadir dengan seluruh fitur di New Honda Mobilio S, ditambah New Projector Headlight with LED Daytime Running Light, New 15" Two Tone Alloy Wheel Design, New Front, Side, Rear Under Spoiler, New Black/Ivory Interior Color (Two Tone), New 6,2" Resistive Touchscreen Display Audio with Bluetooth & Hands Free Telephone.

New Honda Mobilio RS (M/T dan CVT) hadir dengan seluruh fitur di New Honda Mobilio E, ditambah fitur baru termasuk New 15" Sporty Alloy Wheel Design, New Shark Fin Antenna, New Smoked Rear Combi Lamp, New Sporty Dashboard Design with Orange Lining, New 8" Capacitive Touchscreen Display Audio with Bluetooth, Hands Free Telephone & Smartphone Connection, New Meter Cluster Design with RS Logo.

* * *

Harga on the road wilayah Jabodetabek

- New Mobilio S (M/T): Rp194.000.000
- New Mobilio E (M/T): Rp214.500.000
- New Mobilio E (CVT) Rp225.500.000
- New Mobilio RS (M/T): Rp237.500.000
- New Mobilio RS (CVT): Rp248.000.000. [ikh]


New Honda Mobilio Tetap Irit Bahan Bakar Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2GV4tlC

Nokia 5.1 Plus: Desain Solid, Kinerja Mumpuni

NOKIA merilis smartphone kelas menengah terbarunya, Nokia 5.1 Plus, ke Indonesia pada akhir Januari lalu dengan penawaran terjangkau yang dibanderol seharga Rp2,5 jutaan.

Nokia 5.1 Plus punya spesifikasi lebih rendah dari Nokia 6.1 Plus dan merupakan proposisi value for money bagi mereka yang mencari perangkat tanpa basa-basi yang dapat menangani tugas sehari-hari dengan mudah.

Dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau untuk sekelas smartphone menengah, Nokia 5.1 Plus juga menawarkan sejumlah keunggulan yang menjadi daya tariknya.

Keunggulan tersebut disematkan Nokia pada beberapa sektor penting, seperti desain dan juga spesifikasinya.

HMD Global, rumah dari ponsel bermerek Nokia, telah bermitra dengan Google untuk merancang perangkat mid-range terbarunya dengan Android stock sebagai bagian dari program Android One. Android murni berjalan pada perangkat yang mampu menjadikan Nokia 5.1 Plus sebagai rekomendasi pembelian yang menarik.

Tapi, bagaimana kinerja smartphone ini dalam kehidupan nyata? INILAHCOM akan hadirkan dalam ulasan lengkap mengenai Nokia 5.1 Plus.

Nokia 5.1 Plus hanya tersedia satu varian, yakni dengan RAM 3GB + memori internal 32GB, dan dibanderol dengan Rp2,5 jutaan. Smartphone ini memiliki fitur kaca dan menawarkan dua pilihan warna, hitam dan putih.

Sehubungan dengan spesifikasi utama, dengan layar 5,86 inci beresolusi HD+, kamera belakang ganda 13MP+5MP, sistem operasi Android One berbasis Android 9 Pie, sekarang mari kita selami detailnya.



Desain

Nokia 5.1 Plus memiliki desain yang ringkas, tidak seperti smartphone dari merek lain yang berkeras perangkat layar besar.

Bukan untuk mengatakan bahwa Nokia 5.1 Plus memiliki layar yang lebih kecil, tetapi Nokia telah berhasil menyesuaikan tampilan diagonal 5,86 inci dalam faktor bentuk yang relatif kecil.



Smartphone ini menggunakan kaca build di bagian depan dan belakang yang merupakan kaca melengkung 2.5D. Ini memiliki lapisan mengkilap untuk membuatnya magnet sidik jari dan licin untuk dipegang.

Di bagian belakang, ada pengaturan belakang ganda yang disejajarkan secara vertikal di tengah.

Modul kamera menampung LED flash dan menempati strip tipis real-estate di bagian belakang. Rangka kamera sedikit terangkat dan tidak duduk rata dan karenanya memerlukan semacam perlindungan terhadap goresan saat diletakkan di permukaan yang keras.

Di bawah kamera adalah sensor sidik jari melingkar dan sepertinya Nokia tidak ketinggalan pada hal-hal penting.

Unit ulasan kami adalah model warna putih, sementara Nokia juga menjual varian warna hitam.

Kurva belakang mulus ke sisi yang lagi-lagi sangat halus tetapi memang memiliki bingkai yang kokoh. Bingkai cocok dengan warna dengan profil dan tidak menonjol.

Di bagian bawah, ada gril speaker tunggal dan menariknya port USB Type-C untuk pengisian daya. Jack headphone 3,5mm terletak di bagian atas. Tombol volume dan daya terletak di sisi kanan ponsel dan tampak cukup taktil.

Pindah ke depan, ada tampilan semua layar dengan bezel samping minimal. Sementara bezel samping tipis, masih ada dagu yang terlihat jelas di bagian bawah dengan branding Nokia.

Dahi memiliki lekukan layar yang sedikit lebih lebar, tidak seperti Nokia 6.1 Plus dan menempati sebagian besar ruang di bagian atas. Kami ingin agar Nokia menerapkan kedudukan layar yang lebih kecil karena profil ponsel cerdas.

Kedudukan layar lebar membatasi layar di sekitar dan meninggalkan sedikit tampilan di sekitar untuk ikon pemberitahuan. Sejujurnya, poni layar pada Nokia 5.1 Plus tidak masuk akal.

Secara keseluruhan, Nokia 5.1 Plus dibangun dengan baik dan terasa premium di tangan. Namun, karena bahan kaca yang digunakan di bagian belakang, kami menyarankan pengguna menyematkan case untuk menambah perlindungan dan daya cengkeraman.

Tampilan

Nokia 5.1 Plus menampilkan layar LCD IPS 5,8 inci dengan rasio aspek 19: 9. Smartphone ini dilengkapi dengan poni layar yang agak lebar yang menempati posisi menonjol di atas.

Bezel samping cukup sempit dan tipis sementara dagu menonjol dengan branding Nokia. Panel IPS pada Nokia 5.1 Plus adalah rata-rata di terbaik dan cocok dalam kualitas dengan yang ditemukan pada model Nokia 6.1 2018 yang lebih tua.

Layar pada Nokia 5.1 Plus menawarkan tingkat kecerahan maksimum yang layak dan sudut pandang yang dapat diterima.

Reproduksi warna bukanlah yang paling akurat tetapi sebagai smartphone yang murah, kami rasa kami bisa memberikannya izin. Ada smartphone lain dalam kisaran harga dengan tampilan yang sedikit lebih baik dalam hal kualitas dan ukuran.

Untungnya, tidak ada bleeding backlight LCD dan panelnya bahkan memiliki keseragaman.

Ada layar Ambient yang sudah dibuat sebelumnya, yang merupakan fitur kecerahan otomatis dan menyesuaikan kecerahan layar sesuai dengan tingkat kecerahan di sekitarnya.

Juga ada mode Malam yang mengurangi cahaya biru yang dipancarkan dari panel. Intensitas mode Malam dapat disesuaikan di bawah pengaturan tampilan.



Jika Anda seseorang yang terpaku pada layar mereka sepanjang hari, Anda mungkin merasa tampilan pada smartphone kurang.

Namun, jika Anda tidak terlalu keberatan dengan tampilan rata-rata sebagai pengganti efektivitas biaya, maka Nokia 5.1 Plus adalah perangkat yang lengkap.

Kamera

Nokia 5.1 Plus menampilkan pengaturan kamera ganda di bagian belakang dengan sensor primer 13MP dengan aperture f / 2.0 yang dikombinasikan dengan sensor kedalaman sekunder 5MP.

Untuk smartphone yang masuk dalam kelas menengah, Nokia 5.1 Plus berhasil mengambil tangkapan warna luar yang cukup menyenangkan dari sisi reproduksi warna yang akurat, detil dan titik fokus yang didapatkan cukup baik.

Dalam kondisi cahaya rendah, sedikit kebisingan masuk dan kurangnya detail terlihat. Beberapa bidikan juga cukup kasar.

Kamera depan 8MP dengan aperture f / 2.2 mengambil selfie yang dapat diperbaiki dalam kondisi pencahayaan yang baik tetapi sedikit kesulitan di malam hari.

Meskipun aplikasi kamera cukup bagus, ada jeda yang pasti dalam mengambil foto setelah menekan tombol rana. Itu terlihat jika Anda berasal dari smartphone spec yang lebih baik, tetapi sebaliknya bukan masalah besar. Aplikasi ini cukup cepat untuk mengunci fokus, tetapi gagal atau gagal.

Mode Bokeh langsung memungkinkan Anda untuk mengubah kedalaman bidang, menyesuaikan tingkat efek bokeh. Sebagian besar foto yang saya ambil dalam mode keluar dengan cukup baik, dengan deteksi tepi yang layak dan latar belakang yang bagus.

Semua hal dipertimbangkan, pengaturan kamera pada Nokia 5.1 Plus cukup bagus. Masuk dengan harapan sederhana, dan itu akan melayani Anda dengan cukup baik - kecuali waktu reaksi saat mengklik foto.

Berikut adalah hasil foto yang ditangkap menggunakan Nokia 5.1 Plus:



Performa

Nokia 5.1 Plus yang baru ditenagai oleh platform MediaTek Helio P60 Mobile yang mencakup prosesor octa-core (4x Cortex-A73 + 4x Cortex-A53). Platform mobile dibangun pada proses 12nm dengan Mali-G72 MP3 GPU.

Kecepatan clock pada jam prosesor pada 1.81GHz. Nokia 5.1 Plus hadir dengan RAM 3GB dan penyimpanan 32GB (mendukung penyimpanan yang dapat diperluas hingga kartu microSD 400GB).

Pada proses pembuktiannya, perangkat ini memiliki skor benchmark yang sangat baik. Hal ini mengindikasikan perangkat ini memiliki kinerja yang mumpuni dalam mendukung aktivitas game pengguna hingga aktivitas lainnya seperti fotografi, multimedia hingga mendukung aktivitas kerja.

Selain menggunakan aplikasi benchmark, INILAHCOM juga menguji perangkat ini dengan memainkan game yang saat ini menjadi tren yakni Asphalt 9 dan Garena Contra.

Hasilnya, kedua game ini dapat dimainkan dengan sangat baik tanpa adanya hambatan.



Selain mengujinya dengan memainkan game, INILAHCOM juga menguji perangkat ini dengan menggunakan aplikasi benchmark seperti Antutu, 3D Mark dan Geekbench Pro.

Hasilnya, skor benchmark yang didapatkan Nokia 5.1 Plus cukup baik untuk ukuran smartphone pada levelnya.



Baterai

Nokia 5.1 Plus hadir dengan baterai 3060mAh. Meskipun kapasitas itu sepertinya tidak akan cukup untuk sehari, daya tahan baterainya sangat bagus. Dengan penggunaan moderat, Anda akan mengakhiri hari dengan sisa 30 persen.

Baterai mampu menahan 6 hingga 7 jam waktu layar-on, dan dengan penggunaan yang sedikit lebih berat, saya secara teratur mengakhiri hari kerja dengan kapasitas 20 persen tersisa, yang berada di dalam standar industri 'satu pengisian daya per hari'.

Ini bukan dua hari seperti Nokia 7 Plus atau Nokia 2.1, tetapi tentu saja akan bertahan sepanjang hari untuk penggunaan yang wajar.

Membandingkan masa pakai baterai untuk Nokia 6.1 dengan 3000mAh atau Nokia 7.1 dengan kapasitas yang sama, Nokia 5.1 Plus bertahan lebih lama, dan tebakan kami bahwa MediaTek melakukan pekerjaan yang baik dengan P60 SoC 12nm dan layar FullHD di bawah pada Nokia 5.1 Plus membuatnya kurang haus daya, dibandingkan layar 6.1 dan 7.1 dengan Full HD+.

Pengisi daya perangkat melalui port USB Tipe C ditempatkan di bagian bawah,  Sayangnya, kapasitas baterai yang ditanamkan tidak dibekali dengan kemampuan fast charging.

Saat kondisi baterai mencapai 10 persen dan diisi hingga 100 persen dibutuhkan waktu sekitar 90 menit.

Kesimpulan

Dengan label harga Rp2,5 jutaan rasanya tidak perlu banyak yang bisa dikeluhkan dengan Nokia 5.1 Plus.

Sorotan terbesar dari smartphone adalah faktor bentuk yang ringkas dengan bentuk kaca premium dengan keseimbangan kinerja, kamera, dan masa pakai baterai yang baik, semuanya dikemas dalam sasis yang terlihat mewah dengan pilihan progresif seperti port USB Type-C.

Sehubungan dengan kinerja, Nokia 5.1 Plus juga tidak buruk dan mampu menangani tugas-tugas dasar dengan mudah. Namun, itu rata-rata di departemen tampilan dan kamera tetapi dapat diabaikan ketika mempertimbangkan harga.

Berjalan pada sistem operasi Android 9 stock terbaru, pemilik Nokia 5.1 Plus dijamin dengan pembaruan perangkat lunak dan keamanan sebagai bagian dari program Android One.

Pelanggan juga dapat melihat Redmi 6 Pro, Realme 2 atau ASUS ZenFone Max Pro M2 untuk masa pakai baterai yang lebih baik dan tampilan pada titik harga yang sama.

Namun, jika pembaruan perangkat lunak dan kualitas bodi lebih diutamakan daripada fitur-fitur yang disebutkan di atas, maka Nokia 5.1 Plus adalah proposisi terbaik untuk Anda.

Kelebihan
+ Bodi terlihat kompak dan premium
+ Stock Android dengan pembaruan rutin
+ Harga terjangkau

Kekurangan
- Tidak disertai soft case
- Shutter kamera lag.


Nokia 5.1 Plus: Desain Solid, Kinerja Mumpuni Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2NBADD4

GoJek Ikut Dukung Bandung Jadi Smart City

INILAHCOM, Bandung - GoJek sebagai penyedia layanan on-demand terdepan di Indonesia kembali mengukuhkan komitmen dalam mendukung Bandung Smart City dengan menandatangani nota kesepahaman strategis bersama Pemerintah Kota Bandung.

Tujuan dari penandatanganan kerjasama strategis ini adalah untuk mendukung perkembangan perekonomian kota Bandung yang tumbuh pesat dan memudahkan aktivitas warganya sehari-hari melalui penggunaan platform GoJek.

Nota kesepahaman yang ditandatangani ini berfokus pada empat hal strategis, yakni 1) Penggunaan transaksi non-tunai melalui GO-PAY untuk sektor transportasi, layanan publik, dan kegiatan turisme di Bandung; 2) Dukungan ekosistem GoJek untuk program Kang Pisman; 3) Peningkatan kapasitas pelaku UMKM dengan mengadakan berbagai pelatihan seperti yang telah dilakukan di tahun 2018 yang lalu dan pengikutsertaan para pelaku UMKM dalam ekosistem GoJek; 4) Penyerapan lulusan Balai Latihan Kerja Bandung sebagai penyedia layanan GO-Life, seperti GO-Clean, GO-Massage, GO-Auto, dan GO-Glam.

"Sebagai perusahaan teknologi karya anak bangsa, GoJek memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dalam kesempatan ini, kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk berkolaborasi dan semakin meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat Kota Bandung melalui solusi teknologi yang kami tawarkan," kata Damar Juniarto, VP Government Relations GoJek, dalam siaran persnya.

Menurut dia, salah satu aspek pelayanan transportasi publik yang akan berkolaborasi dengan GoJek ke depannya adalah, apabila warga Kota Bandung ingin menggunakan fasilitas Bandung Tour on Bus atau Bandros, maka warga dapat menggunakan fasilitas pembayaran non-tunai melalui GO-PAY.

Dengan menggunakan GO-PAY maka warga tidak perlu lagi repot membawa uang tunai, selain itu operator Bandros pun tidak perlu lagi menyiapkan uang kembalian karena transaksi sudah dilakukan secara elektronik dan tercatat dengan rapih dan transparan,” tambah Damar.

"Penggunaan fasilitas pembayaran non-tunai di berbagai sektor di Kota Bandung ini diharapkan dapat meningkatkan minat di sektor pariwisata dan kepercayaan masyarakat dalam menggunakan fasilitas publik," kata Edwin Ariono, Head of Ecosystem Expansion GO-PAY.

Hal ini juga diharapkan akan semakin berdampak positif bagi para pelaku UMKM Kota Bandung yang sudah merangkul moda pembayaran non-tunai GO-PAY di berbagai wilayah di Kota Bandung, di antaranya adalah area GO-FOOD Festival (GFF) di BEC, serta area kuliner malam Cibadak.

"Jika masyarakat terbiasa memanfaatkan pembayaran non-tunai yang transparan dan mudah, maka Pemerintah Kota Bandung dapat lebih mudah memperkenalkan inovasi digital lain yang dapat meningkatkan pelayanan pada sektor publik. Bersama Pemerintah Kota Bandung kami harap bisa turut berkontribusi dalam usaha meningkatkan perekonomian daerah," lanjut Edwin.
 
Dalam kesempatan ini, GoJek turut mendukung program Pemerintah Kota Bandung untuk melakukan pemilahan dan menjadikan sampah memiliki nilai ekonomis melalui program Kang Pisman.

"Kami berinisiatif akan melakukan kegiatan yang sejalan dengan program Kang Pisman supaya warga dapat lebih mendapatkan pemahaman manfaat dari melakukan pemilahan sampah," tambah Damar.

Menurut dia, GoJek selalu terbuka untuk berdiskusi dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk meningkatkan pelayanan publik.

"Kami memiliki berbagai solusi teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Kami juga membuka ruang kolaborasi yang pro inovasi, seperti kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bandung," pungkas Damar.


GoJek Ikut Dukung Bandung Jadi Smart City Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2T5LeMF

Elon Musk Wacanakan Kehadiran Mobil Tesla Murah

INILAHCOM, San Francisco - CEO Tesla Elon Musk menyebutkan Tesla mungkin dalam dua atau tiga tahun yang akan datang bisa menciptakan mobil listrik murah.

Pernyataan tersebut diucapkannya bersamaan dengan pengakuan Musk bahwa hal itu sangat sulit dilakukan mengingat ekonomi dan  persaingan dalam industri otomotif.

Mengutip Ubergizmo, Musk mengatakan Tesla kemungkinan bisa menciptakan mobil listrik berkualitas yang bisa dijual dengan harga US$25.000 atau sekitar Rp364 juta.

Sebagai perbandingan, saat ini harga  mobil Tesla termurah, yakni Tesla Model 3 adalah US$35 ribu atau sekitar Rp510 juta.


Elon Musk Wacanakan Kehadiran Mobil Tesla Murah Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2EnvUk9