Rubrik Teknologi

Laman

Rabu, 28 Desember 2016

Seni Merajut Mie Ramen

INILAHCOM, Singapura - Ternyata selain untuk dimakan, mie ramen juga bisa untuk dirajut. Benarkah?

CNA melansir, seorang seniman multi-media Indonesia yang bermukim di Singapura bernama Cynthia Delaney Suwito, memperagakan dirinya yang mampu merajut mie ramen ke berbagai bentuk dan motif yang indah.

Simak video peragaan serta foto-fotonya di bawah ini:


Seni Merajut Mie Ramen Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2i7o0C2

Untung-Rugi Kembangkan Teknologi Kepintaran Buatan

INILAHCOM, Jakarta - Teknologi kepintaran buatan atau artificial intelligence (AI), kini makin ramai diperbincangkan, pro-kontra pun mengikutinya. Sebuah video terbaru di YouTube coba membahas hal tersebut.

Saluran LEMMiNO di YouTube melalui video terbaru unggahannya coba membahas sisi positif maupun negatif dari pengembangan teknologi kepintaran buatan.

Penasaran seperti apa pembahasannya? Tonton videonya di bawah ini:


Untung-Rugi Kembangkan Teknologi Kepintaran Buatan Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2hwgyRU

Galaxy A5 (2017) Hadir dalam 4 Varian Warna?

INILAHCOM, San Francisco - Banyak kabar yang menyebutkan bahwa Samsung kini tengah menggarap edisi 2017 dari lini Galaxy A, salah satu di antaranya adalah Galaxy A5 (2017) yang baru saja hadir dalam sebuah bocoran render.

Rumor yang beredar sebelumnya menyebut Galaxy A5 (2017) bakal meluncur dalam empat varian warna, yakni hitam, biru, merah muda, dan gold. Tampaknya rumor itu tidaklah salah, karena bocoran render kali ini juga menampilkan perangkat tersebut dalam empat varian warna yang sama.

Selain warna, bocoran kali ini juga mengungkap spesifikasi kunci yang akan diusung oleh Galaxy A5 (2017). Disebutkan bahwa smartphone yang masuk ke dalam segmen mid-range ini akan memiliki layar 5,2 inci beresolusi Full-HD 1080p, chipset Exynos 7880 dengan prosesor octa-core 1,8GHz, Mali-T860 MP4, RAM 3GB, dan memori internal 32GB.

Galaxy A5 (2017) juga disebut akan dilengkapi kamera depan dan belakang yang sama-sama mengusung resolusi 16MP, baterai berkapasitas 3000mAh, dan bakal berjalan pada sistem operasi Android 6.0 Marshmallow.

Sayangnya, bocoran tersebut tidak mengungkap perihal harga dan juga waktu perilisan dari Galaxy A5 (2017), demikian lansir Ubergizmo.


Galaxy A5 (2017) Hadir dalam 4 Varian Warna? Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2idIeYE

CyanogenMod 'Tutup Usia', LineageOS Segera 'Lahir'

INILAHCOM, San Francisco - CyanogenMod boleh saja segera berakhir. Namun, para mantan punggawa di balik kehadiran custom ROM itu tidak menyerah begitu saja. Pasalnya, mereka kini tengah mempersiapkan sesuatu yang baru lagi.

Mengutip Android Police, beberapa developer, desainer, dan para staf lain yang pernah 'membangun' CyanogenMod kini memiliki proyek untuk forking source code dan berbagai patch yang berkaitan untuk membuat sebuah proyek open source bernama LineageOS.

Baca juga: Cyanogen Berhenti Beroperasi Mulai Akhir Tahun

Namun, mengapa mereka harus memulai dari awal dan tidak lagi menggunakkan nama CyanogenMod?

Dalam surat perpisahan dari tim CyanogenMod disebutkan bahwa mereka yang bekerja di bagi proyek LineageOS khawatir nama CyanogenMod pada akhirnya akan dijual ke pihak lain.

Selain itu, LineageOS adalah sebuah proyek yang akan mengembalikan impian dan semangat awal mereka saat mendirikan Cyanogen, sekaligus memberikan kualitas dan kemampuan yang setara serta tetap profesional.

Tak ada salahnya jika kita berharap LineageOS akan kembali menjadi pendobrak sistem operasi, sama seperti ketika CyanogenMod hadir untuk pertama kalinya dan digunakan oleh jutaan pengguna Android.

Saat ini, situs resmi LineageOS masih tengah dalam proses pembangunan. Jika Anda tertarik dan penasaran dengan custom ROM baru yang akan datang ini, Anda dapat terus mengIkuti perkembangan kabarnya hanya di INILAHCOM.


CyanogenMod 'Tutup Usia', LineageOS Segera 'Lahir' Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2hMPyd6

Facebook Perkenalkan Fitur Live Audio

INILAHCOM, San Francisco - Setelah merilis Live Video Broadcasting beberapa waktu lalu, Facebook kembali megumumkan fitur terbarunya yakni Live Audio Broadcasting.

Fitur baru ini akan memasuki tahap uji coba dalam beberapa pekan mendatang. Untuk fitur barunya ini, Facebook akan bekerjasama dengan beberapa partner, seperti BBC World Service, LBC, Harper Collins, serta penulis Adam Grant dan Britt Bennett.              

Menurut Facebook, terkadang penggunanya ingin menyampaikan sesuatu lewat kata-kata, bukan lewat video.

Hal inilah yang mendorong Facebook menciptakan Fitur Live Audio. Fitur ini juga dapat menjadi opsi alternatif ketika pengguna berada di tempat dengan konektivitas jaringan yang buruk.

Seperti halnya live video, Anda bisa menemukan konten live audio di News Feed memberikan komentar dan reaksi secara real-time, serta sharing broadcast dengan teman-teman.

Fitur Live Audio Broadcasting ini akan tersedia untuk pengguna Android dan iOS pada awal tahun 2017 mendatang.

Pengguna perangkat Android akan dapat mendengarkan live audio bahkan ketika mereka telah keluar dari aplikasi Facebook atau mengunci perangkat.

Namun untuk pengguna iOS hanya bisa mendengarkan ketika browsing bagian lain Facebook.

 


Facebook Perkenalkan Fitur Live Audio Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2hsoLER

Bocoran Wujud Nokia Android Kembali Terungkap

INILAHCOM, Espoo - Nokia dikabarkan kembali menyiapkan smartphone terbarunya. Kini perangkat 'misterius' Nokia ini menawarkan spesifikasi yang mumpuni, meskipun bukan smartphone kelas flagship.

Meskipun bukan produk di segmen high-end, perangkat 'misterius' Nokia ini juga akan berjalan dengan Android 7.0 Nougat.

Kabarnya, smartphone ini akan dipersenjatai chipset Snapdragon 6XX series.
Namun sayangnya, masih belum dapat dipastikan apakah Nokia akan menggunakan Snapdragon 625/626 atau Snapdragon 652/653 yang lebih powerful.



Untuk penyimpanan, handset Nokia ini akan dilengkapi RAM 4GB dan memori internal 64GB.`

Smartphone 'misterius' ini memiliki fitur unggulan dari segi desain. Dikabarkan bahwa perangkat ini akan menggunakan non-round design.

Kemungkinan perangkat akan memilki desain mirip Lumia dengan sudut runcing. Sementara untuk sasis secara keseluruhan menggunakan material metal. Smartphone ini juga disebut akan mirip dengan iPhone 7 dengan penempatan antenna bands.

Kabarnya, smartphone Nokia 'misterius' ini akan tersedia di akhir Januari atau awal Februari tahun depan.

Nampaknya handset anyar Nokia ini akan dibanderol dengan harga yang terjangkau. Sayangnya, belum diketahui mengenai harga pasti dari smartphone 'misterius' ini.

 


Bocoran Wujud Nokia Android Kembali Terungkap Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2hMHw3J

Tren Berubah, Revisi PP Telko Mutlak Dilakukan

INILAHCOM, Jakarta - Seiring perubahan tren telekomunikasi yang begitu cepat, revisi Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2000 mengenai Penyelenggaraan Telekomunikasi dinilai mutlak dilakukan untuk memberikan manfaat besar bagi publik.

Chairman Mastel Institute Nonot Harsono menjelaskan bahwa kini bisnis telekomunikasi berkonfigurasi di layanan data, sementara regulasi yang ada justru mengatur soal telepon konvensional dengan layanan suara.

Hal ini menjadi masalah ketika Indonesia masuk ke jaringan 5G, tantangan yang akan muncul adalah bagaimana menata jaringan backbone, backhaul, dan access dengan cepat sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan dengan maksimal.

"Tuntutan ke depan itu broadband seemless, maksudnya dari ujung ke ujung bandwith rata kualitas rata. Kondisi ini mau tidak mau harus didukung regulasi yang memadai," katanya dalam siaran persnya kepada INILAHCOM.

Menurut dia, hal itu hanya bisa ditempuh dengan menata ulang, salah satunya mengkonsolidasikan jaringan, mencakup network sharing. Pemerintah harus memberikan dukungan ketersediaan infrastruktur yang memadai agar ekonomi digital terus tumbuh.

Lebih lanjut, mantan Anggota BRTI itu juga menampik isu kerugian yang bakal diderita BUMN telekomunikasi yakni PT Telkom akibat skema network sharing.

Dia menggunakan logika sederhana jalan tol yang hanya boleh dipakai satu mobil. Akan lebih bermanfaat jika banyak moda darat yang menggunakan fasilitas itu dan membayar sewa pada pemilik jalan tol.

"Induk perusahaan kan business backbone, pasti untung. Malah merugi kalau hanya dipakai satu operator telekomunikasi selular," sambungnya.

Sementara itu, Pengamat Kebijakan Publik, Agus Pambagio, dalam diskusi refleksi akhir tahun yang digelar Indonesia Technology Forum (ITF) baru-baru ini juga menyoroti aturan bisnis telko. Menurut dia, perkembangan begitu pesat tak diimbangi regulasi yang mengatur. Soal interkoneksi misalnya, infrastruktur sharing hanya bisa berlaku jika pemerintah memahami beberapa hal.

Pertama, lanjut Agus, tantangan negara maju bahwa industri telekomunikasi menuntut integrasi antar sesama pelaku usaha. Tujuannya yakni memaksimalisasi penetrasi dan memperluas jangkauan telekomunikasi. Ditambah lagi ada pihak tertentu yang menjadikan interkoneksi ini komoditas.

"Padahal itu kan kewajiban operator, karena tanpa interkoneksi gak bisa berhubungan dengan operator lain. Masak harus bawa 7 handphone untuk komunikasi?" ujarnya setengah bertanya.

Lebih lanjut, Agus juga menyoroti bagaimana PT Telkom dan PT Telkomsel kerja samanya dibungkus isu nasionalisme. Padahal, perusahaan pelat merah hanyalah Telkom semata dan anak perusahaannya bukan. Telkomsel, menurut Agus, adalah murni perusahaan swasta.

"Yang harus dilakukan adalah revisi UU No.36 tahun 1999 tentang telekomunikasi, dan segera sahkan perubahan PP No.52 dan 53 tahun 2000," ujarnya.

Regulator harus berani dan mampu memilah isu, karena makin banyak pihak yang ikut campur dalam polemik revisi PP 52 dan 53 tahun 2000 tersebut, dengan berbagai kepentingan masing-masing tentu menjadi tidak obyektif lagi. Sebaiknya, dikembalikan saja ke esensi dasarnya yakni apa manfaatnya untuk masyarakat/ publik.

"Jangan sampai energi kita akan habis dan masyarakat tidak akan mendapatkan apa-apa," tegasnya.

Terakhir dia memberikan solusi bagaimana seharusnya pemerintah bersikap. Terutama soal aturan dan siapa saja yang diakomodir dari pembentukan itu. Intinya yakni ada hubungan segitiga dari dicetaknya suatu regulasi

"Aturan itu harus segitiga, pemerintah membuatnya untuk melayani masyarakat dan dunia usaha, itulah regulasi yang baik," pungkasnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menyatakan kesenjangan layanan operator di pulau Jawa dan luar pulau Jawa harus dipersempit.

"Perlu pemerataan layanan seluler baik suara maupun data di seluruh Indonesia, sehingga semua masyarakat dapat merasakan manfaatnya. Tren digitalisasi tak dapat dihindari, jadi harus didukung regulasi yang menguntungkan semua pihak," kata Tulus.

Singkatnya, regulator di bidang telekomunikasi diminta bersih dari kepentingan.

Sepaham dengan Agus, tujuan dari hal tersebut adalah regulasi yang menguntungkan semua pihak.

"Kalo soal Network Sharing ya silahkan, tapi harus tidak merugikan operator tertentu. Kebijakan tanpa permintaan yang ending-nya bisa merugikan konsumen," pungkasn Tulus.


Tren Berubah, Revisi PP Telko Mutlak Dilakukan Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2hvEyV7