Rubrik Teknologi

Laman

Rabu, 28 Juni 2017

Serangan Siber Global Rambah AS

INILAHCOM, New York - Perusahaan farmasi Merck & Co mengungkapkan bahwa mereka menjadi perusahaan pertama AS yang menjadi korban serangan siber global.

Mengutip AFP, serangan tersebut pertama kali muncul di Rusia dan Ukraina dan menyebar ke seluruh penjuru Eropa dan menyeberangi Atlantik.

Baca juga: Ransomware Serang Jaringan Komputer Dunia

"Kami mengonfirmasikan bahwa jaringan komputer perusahaan kami diretas hari ini sebagai bagian dari serangan siber global. Berbagai organisasi lain juga terkena dampak," demikian pernyataan Merck di Twitter.

"Kami masih menyelidiki masalah ini dan akan memberikan informasi lebih jauh setelah kami menemukan informasi baru," tambah mereka.


Serangan Siber Global Rambah AS Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2tn6eAq

Ransomware Serang Jaringan Komputer Dunia

INILAHCOM, Moskow - Sebuah ransomware menyerang jaringan komputer di seluruh dunia pada Selasa (27/6/2017). Serangan ini tercatat menginfeksi server di perusahaan minyak terbesar Rusia, mengganggu operasi di bank Ukraina, dan mematikan komputer di perusahaan perkapalan serta periklanan multinasional.

Mengutip Reuters, pakar keamanan siber mengatakan bahwa di balik serangan tersebut tampaknya telah mengeksploitasi jenis alat peretasan yang sama yang digunakan dalam serangan ransomware WannaCry yang menginfeksi ratusan ribu komputer pada Mei lalu.

"Ini seperti WannaCry lagi," kata Mikko Hypponen, Chief Research Officer F-Secure, firma keamanan cyber berbasis di Helsinki, Finlandia.

Ia memperkirakan wabah tersebut menyebar di AS saat para pekerja menghidupkan mesin yang rentan, yang memungkinkan virus tersebut menyerang.

Sementara itu, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya terus memantau laporan serangan siber di seluruh dunia dan berkoordinasi dengan negara lain.

Laporan pertama organisasi yang diserang muncul dari Rusia dan Ukraina, namun dampaknya cepat menyebar ke barat ke komputer di Rumania, Belanda, Norwegia, dan Inggris. Dalam beberapa jam, serangan itu telah terjadi secara global.

Perusahaan shipping raksasa A.P. Moller-Maersk (MAERSKb.CO), yang menangani salah satu dari tujuh kontainer dikirimkan secara global, mengatakan bahwa serangan itu telah menyebabkan pemadaman di sistem komputer di seluruh dunia pada Selasa, termasuk di terminal di Los Angeles.

Adapun perusahaan farmasi Merck & Co (MRK.N) mengatakan bahwa jaringan komputer mereka telah terpengaruh oleh perentasan global.

Sebuah badan pemerintah Swiss juga melaporkan bahwa sistem komputer di India terdampak, meskipun badan keamanan maya negara tersebut mengatakan bahwa pihaknya belum menerima laporan serangan.

Setelah serangan WannaCry, organisasi di seluruh dunia disarankan untuk meningkatkan keamanan TI.

"Sayangnya, bisnis masih belum siap dan saat ini lebih dari 80 perusahaan terpengaruh," kata Nikolay Grebennikov, wakil presiden Litbang di perusahaan proteksi data Acronis.

Salah satu korban serangan siber pada Selasa, sebuah perusahaan media Ukraina, mengatakan bahwa komputer mereka diblokir dan muncul permintaan senilai US$300 untuk kripto Bitcoin untuk mengembalikan akses ke file-filenya.

"Jika Anda melihat teks ini, maka file Anda tidak dapat diakses lagi, karena telah dienkripsi Mungkin Anda sibuk mencari cara untuk memulihkan file Anda, tapi jangan buang waktu Anda. Tidak ada yang bisa memulihkan file Anda tanpa dekripsi kami. Layanan," kata pesan tersebut, menurut sebuah screenshot yang diposting oleh Channel 24 Ukraina.

Pesan yang sama muncul di komputer di kantor Maersk di Rotterdam dan bisnis yang terkena dampak di Norwegia.

Perusahaan lain yang mengaku telah terkena serangan siber termasuk produsen minyak Rusia Rosneft (ROSN.MM), perusahaan bahan konstruksi Prancis Saint Gobain (SGOB.PA) dan biro iklan terbesar di dunia WPP (WPP.L), meskipun tidak jelas apakah masalah mereka disebabkan oleh virus yang sama, demikian dilaporkan Reuters.

Ransomware merupakan perangkat lunak jahat yang memblokir akses data korban atau ancaman-ancaman untuk mempublikasikan atau menghapus data itu hingga permintaan tebusan dibayar.


Ransomware Serang Jaringan Komputer Dunia Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2ukumkc

Serangan Malware Skala Global Kembali Terjadi

INILAHCOM, New York - Setelah ransomware WannaCry sempat menghebohkan beberapa bulan yang lalu, kini kembali lagi terjadi serangan masif malware skala global. Seperti apa?

CNN melansir, beberapa perusahaan besar dunia dari penjuru Bumi terdampak dari serangan malware terbaru yang masih belum diumumkan jenis maupun sumbernya.

Berikut adalah sedikit daftarnya:

AS
-Mondelez (MDLZ): perusahaan pembuat biskuit Oreo dan cokelat Cadbury
- Firma hukum DLA Piper

Ukraina
- Sistem monitoring reaktor nuklir Chernobyl
- Perusahaan energi Kyivenergo
- Akun email dari beberapa pejabat lokal
- Perusahan pengiriman logistik Nova Poshta
- Sejumlah bank setempat

Russia
- Rosneft, perusahaan minyak milik negara
- Evraz, perusahaan pembuat baja/besi

Inggris
- WPP (WPPGF), perusahaan agensi periklanan

Perancis
- Saint-Gobain, perusahaan material / konstruksi bangunan
- SNCF, perusahaan sistem jalur transportasi nasional
- BNP Paribas, bank setempat

Denmark
- Maersk, perusahaan pengiriman global

dan lain-lain.


Serangan Malware Skala Global Kembali Terjadi Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2ukaeyS

Pengguna Facebook Lewati Jumlah Penduduk China

INILAHCOM, San Francisco - Facebook baru saja mengumumkan bahwa jumlah pengguna layanan mereka telah lewati dua miliar, yang tentunya mengalahkan jumlah penduduk China.

TheInquirer melansir, pihak Facebook mengumumkan di blog resmi mereka bahwa jumlah pengguna layanannya telah lewati angka dua miliar sejak didirikan 13 tahun yang lalu.

Sebagai catatan, jumlah penduduk China saat ini adalah 1,3 miliar, sementara penduduk benua Eropa berjumlah 743 juta.

"Tiap harinya lebih dari 175 juta orang berbagi Love, lalu ada lebih dari 800 juta hal yang disukai oleh pengguna tiap harinya. Kemudian ada lebih dari satu miliar orang yang menggunakan Facebook tiap bulannya," tulis pihak Facebook di blog resmi mereka.

Facebook kini jumlah penggunanya naik dua kali lipat dalam kurun waktu kurang dari lima tahun belakangan ini.

Sebelumnya pada Oktober 2012, Facebook resmi mengumumkan bahwa jumlah pengguna mereka telah mencapai angka satu miliar.


Pengguna Facebook Lewati Jumlah Penduduk China Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2uk6AF6

Rutinitas Anjing Ini Adalah Menari

Seperti Ini Lift yang Bergerak ke Samping

INILAHCOM, Jakarta - Lift tidak hanya bergerak ke atas-bawah saja, karena kini sudah ada yang mampu bergerak ke samping. Seperti apa?

Saluran Tom Scott di YouTube melalui video episode "Amazing Places" terbarunya memperlihatkan lift yang mampu bergerak ke samping.



Lift ini hasil produksi Thyssenkrupp, produsen lift ternama, yang berlokasi di Essen, Nordrhein-Westfalen, Jerman.

Tonton videonya di bawah ini"


Seperti Ini Lift yang Bergerak ke Samping Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2sgEMFd

Trafik Layanan Data XL Melonjak Hingga 218%

INILAHCOM, Jakarta - XL Axiata mencatat kenaikan trafik Data di hari Lebaran 2017. Selama periode 20-27 Juni 2017 atau H-5 hingga H+2 Lebaran, tercatat kenaikan hingga 15 persen dibandingkan hari biasa, serta meningkat 218 persen dibandingkan trafik di periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan layanan Data ini dipicu oleh kebutuhan pelanggan dalam beraktifitas di media sosial popular selama Lebaran, dibandingkan akses pada hari biasa. Trafik akses ke Facebook tertinggi meningkat lebih dari 50 persen, Instagram lebih dari 20 persen, serta YouTube lebih dari 17 persen.

Sementara itu, kenaikan trafik juga terjadi pada akses ke layanan Google seperti Google Map dan aplikasi penunjuk rute jalan dan kepadatan lalu lintas Waze hingga mencapai lebih dari 135 persen. Kenaikan akses ke kedua layanan tersebut seiring dengan melonjaknya kebutuhan pelanggan atas informasi rute dan kondisi lalu lintas selama mudik.

Direktur/Chief Service Management Officer XL Axiata Yessie Yosetya mengatakan, sampai saat ini XL terus secara maksimal bersiaga menjaga performa jaringan guna melayani kebutuhan pelanggan selama libur Lebaran.

“Hampir tidak ada gangguan yang berarti terjadi di jaringan kami untuk semua jenis layanan, meski terjadi kenaikan trafik yang cukup signifikan. Semua berjalan sesuai dengan rencana, termasuk mengenai penambahan kapasitas jaringan hingga 2x lipat,” ungkap Yessie dalam siaran persnya,Rabu (28/6/2017).

Ia menyebutkan, kenaikan trafik Data di periode Lebaran terjadi sesuai dengan trend pemakaian layanan Data untuk berkomunikasi dan berkirim pesan, baik dalam format text, voice, video call, maupun multimedia.

Karena itu tidak mengherankan jika kenaikan trafik Data sangat dominan, menggantikan layanan-layanan telekomunikasi tradisional. Trafik Data selama periode H-5 hingga H+2 tercatat total lebih dari 4.020 TB, meningkat dari rata-rata trafik data di hari-hari biasa sebesar 3.600 TB.

Begitu juga akses ke layanan instant messaging, video, dan video call semakin digemari, seiring dengan semakin meningkatnya kualitas jaringan Data yang tersedia di tengah pelanggan.

Kecenderungan tersebut terlihat dari meningkatnya akses ke layanan social media messaging (WhatsApp, FB Messenger, LINE) lebih dari 46,5 persen, sekaligus menunjukkan perubahan behavior pelanggan yang sebelumnya banyak menggunakan layanan tradisional SMS.

Hal yang sama juga terjadi pada akses ke layanan berbasis VoIP Call (WhatsApp Call, BBM, Facebook VoIP, Skype), yang naik hingga sekitar 9 persen. Layanan VoIP Call menjadi sarana baru untuk menggantikan layanan voice tradisional atau telepon biasa.


Trafik Layanan Data XL Melonjak Hingga 218% Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2ugGT8f