INILAHCOM, Washington - Metode dekripsi ponsel pelaku tindak kejahatan adalah salah satu cara untuk mengungkap fakta-fakta sebelum kejadian. Namun, kadang pihak berwajib tak bisa lakukannya.
Gizmodo melansir, Federal Bureau of Investigation (FBI) mengaku kalau mereka belum bisa mendekripsi smartphone milik pelaku penembakan di sebuah gereja di Sutherland Springs, Texas, AS, yang menewaskan 26 orang pada awal pekan ini.
Namun, bukan masalah teknologi, yang membuat FBI tak bisa membuka 'gembok' smartphone pengguna, melainkan pihak perusahaan teknologi yang bersangkutan juga tidak mau membuka dengan alasan melindungi privasi pengguna.
Ponsel pelaku sudah dibawa ke kantor FBI, namun tetap belum bisa membuka dekripsinya.
Pihak Apple selaku merk dari smartphone yang dipakai pelaku mengatakan jika memberitahu kode rahasia pembuka ke pihak FBI, maka itu akan membuka celah keamanan di semua produk mereka.
Bahkan pihak FBI pun juga turut membayar perusahaan pihak ketiga untuk membuka kunci dari iPhone tersebut.
Memang saat ini masih ada pertentangan dari pihak kepolisian dan perusahaan teknologi, perihal pemberantasan teroris dengan cara memebuka jalur komunikasi mereka, dengan isu privasi pengguna di internet.
FBI Tak Bisa Dekripsi iPhone Penembak Kasus Texas Baca Berita Dari Sumber http://ini.la/2416899
Tidak ada komentar:
Posting Komentar