Rubrik Teknologi

Laman

Minggu, 29 Januari 2017

Kejadian Nyata Ini Mirip di Film Kartun

INILAHCOM, Indianapolis - Sebuah kejadian nyata yang terjadi mirip seperti di film kartun. Apakah itu?

Neatorama melansir, sebuah truk yang mengalami kecelakaan di wilayah Indianapolis, AS, menumpahkan sekira 17 ton kelereng yang ada di bak belakangnya.

Kejadian ini terjadi di Indianapolis, Indiana, AS. Untung saja tidak ada orang atau mobil yang tergelincir akibat banyaknya kelereng yang bertumpahan (persis seperti di film kartun).

Lihat fotonya di bawah ini:


Kejadian Nyata Ini Mirip di Film Kartun Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2kGEKOn

Sabtu, 28 Januari 2017

Terumbu Karang Terbesar Jepang Rusak

INILAHCOM, Tokyo - Sekiseishoko, terumbu karang terbesar di Jepang, mengalami tekanan berat, demikian menurut survei Kementerian Lingkungan negara tersebut.

Seperti diwartakan Huffington Post, lebih dari 90% terumbu karang yang terletak di Kepulauan Ryuku, dekat Okinawa, mengalami bleaching atau pemutihan saat ditinjau pada November dan Desember tahun lalu.

Sekitar 70% terumbu karang ditemukan mati.

Kenaikan suhu laut disebut menjadi penyebab utama kerusakan. Temperatur perairan di lokasi itu naik 1 hingga 2 derajat Celsius dari musim panas sebelumnya.

Spesialis terumbu karang di University of Ryukyus, James Reimer, mengatakan bahwa temuan itu'sangat 'memprihatinkan'.

"Terumbu karang mengalami pemutihan keras pada 1998 (sekitar 35% mati), lalu 2007 (sekitar 30%). Tapi, membaik dalam beberapa tingkat," katanya.

Yang terjadi sekarang ini, menurut Reimer, kelihatannya dua kali lebih buruk. Kebanyakan karang yang pulih dari 1998 dan 2007 sudah hilang.

"Pemutihan ini jelas jauh lebih buruk dari yang sebelumnya. Ini bukan 'alami' tapi akibat perubahan iklim," ujarnya.

Bleaching merupakan tanda karang mengalami stres, dapat disebabkan oleh peningkatan suhu air laut. Terkarang yang mengalami pemutihan dan tidak mati dapat sembuh bila penyebab stres bisa dihilangkan, namun mereka lebih rentan terluka dan mati.


Terumbu Karang Terbesar Jepang Rusak Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2kft34e

Melihat Proses Uji Coba Keamanan Pada Drone

INILAHCOM, Jakarta - Drone sebelum dipasarkan ke publik tentunya akan melalui serangkaian uji coba keamanan. Sebuah video terbaru di YouTube coba memperlihatkan hal tersebut.

Saluran Virginia Tech di YouTube melalui video terbaru unggahannya coba memperlihatkan proses ujicoba kemanan pada drone, dengan berulangkali menabrakkan drone ke boneka (crash test dummy), untuk mempelajari dampaknya.

Tonton videonya di bawah ini:


Melihat Proses Uji Coba Keamanan Pada Drone Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2jJAiyi

Estimasi Jumlah Keseluruhan Spesies di Muka Bumi

INILAHCOM, Jakarta - Sebenarnya siapa yang tahu jumlah keseluruhan dari spesies di Bumi. Sebuah video terbaru di YouTube coba membahas hal tersebut.

Saluran ItsOkayToBeSmart di YouTube melalui video unggahan terbarunya coba mengestimasi jumlah keseluruhan dari spesies yang ada di muka Bumi.

Tonton saja langsung video penjelasannya di bawah ini:


Estimasi Jumlah Keseluruhan Spesies di Muka Bumi Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2kzF7uZ

NASA Simulasikan Pendaratan di Pluto

INILAHCOMM, Jakarta - Ya, misi NASA memang telah berhasil melampaui Pluto. Kini NASA coba mensimulasikan pendaratan di planet kerdil tersebut.

NASA sedang mensimulasikan pendaratan di permukaan Pluto, dengan menggunakan gambar-gambar yang sebelumnya telah diambil oleh misi New Horizons.

Ada sekitar lebih dari 100 gambar yang diambil dari misi New Horizons, selama lakukan pengamatan di atas Pluto selama enam pekan di atas Pluto.

Tonton video simulasinya di bawah ini:


NASA Simulasikan Pendaratan di Pluto Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2k4mYWc

Evolusi 100 Tahun Seragam Pramugari

INILAHCOM, Jakarta - Seragam pramugari maskapai penerbangan tentunya terus mengalami evolusi. Sebuah video terbaru di YouTube coba memperlihatkannya.

Saluran Condé Nast Traveler di YouTube melalui video terbaru unggahannya di YouTube coba memperlihatkan evolusi 100 tahun dari seragam pramugari maskapai penerbangan.

Tonton langsung videonya di bawah ini:


Evolusi 100 Tahun Seragam Pramugari Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2kFwZfF

Jarum Jam Kiamat Kian Dekati Tengah Malam

INILAHCOM, Chicago - Jarum pada Doomsday Clock atau Jam Kiamat, yang merupakan sebuah simbol yang dibuat sekelompok ilmuwan untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka, disebut telah bergerak ke 2,5 menit menuju tengah malam.

Mengutip BBC, Jam Kiamat merupakan petunjuk waktu simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh sekelompok ilmuwan di University of Chicago, AS, untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka.

Para ilmuwan itu, yang tergabung dalam The Bulletin of the Atomic Scientists (BPA), kemudian mendesak para pemimpin dunia agar 'bersikap tenang dan tidak meningkatkan ketegangan yang dapat berakibat perang'.

Dalam laporannya, BPA mengatakan bahwa pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang perubahan iklim, perluasan persenjataan nuklir AS, dan pertanyaannya seputar kinerja badan intelijen telah berkontribusi terhadap peningkatan ketegangan di dunia.

Jarum jam yang bergerak 2.5 menit menuju tengah malam ini merupakan yang paling dekat semenjak 1953, ketika jarum jam digerakkan ke 2 menit setelah uji bom hidrogen oleh pemerintah AS dan Rusia.



Jam kiamat, apa itu?

Jam Kiamat adalah jam simbolis yang dikelola sejak tahun 1947 oleh sekelompok ilmuwan di University of Chicago, AS, untuk menunjukkan seberapa dekat dunia dengan malapetaka.

Perangkat jam ini diciptakan oleh BPA pada tahun 1947. Adapun BPA didirikan oleh sekelompok ilmuwan yang membantu mengembangkan proyek senjata atom yang pertama.

Pekan ini, para ilmuwan yang terdiri antara lain para fisikawan, ilmuwan lingkungan dari seluruh dunia, telah memutuskan menggerakkan jarum Jam Kiamat ke 2,5 menit menuju tengah malam.

Keputusan ini diambil setelah BPA berkonsultasi dengan Dewan Sponsor yang terdiri 15 orang peraih penghargaan Nobel.

Mengapa jarum jam bergerak setengah menit lebih dekat ke tengah malam?

Selama dua tahun terakhir, jarum Jam Kiamat telah bergerak ke 3 menit sebelum tengah malam atau angka yang identik dengan malapetaka atau kiamat.

Meski demikian, menurut BPA, bahaya bencana global yang lebih besar pada tahun 2017, telah menggerakkan jarum Jam Kiamat setengah menit ke depan.

Mereka mengatakan bahwa komentar Presiden Trump tentang penggunaan dan proliferasi senjata nuklir, serta pernyataannya yang menyangsikan kesepakatan para ahli dalam masalah perubahan iklim serta penunjukan orang-orang dalam kabinetnya, telah mempengaruhi keputusan Dewan Sponsor.

Faktor lain yang mempengaruh pergerakan jarum Jam Kiamat adalah keraguan terhadap masa depan kesepakatan nuklir Iran, ancaman keamanan cyber, serta menyebarnya berita palsu atau hoax.



Seperti apa ancaman pada tahun-tahun sebelumnya?

Ketika diciptakan pada tahun 1947, jarum Jam Kiamat itu berada pada 7 menit sebelum tengah malam.

Semenjak saat itulah jarum itu telah berubah 22 kali, mulai dari 2 menit sebelum tengah malam pada 1953 dan 17 menit sebelum tengah malam pada 1991.

Pada 2015, jarum jam disesuaikan dari 5 menit menjadi 3 menit hingga tengah malam ketika kemunculan bahaya global karena masalah perubahan iklim dan kasus perlucutan senjata nuklir.

Dan gerakan jam pernah menjadi 3 menit menjelang tiga malam pada tahun 1984 ketika hubungan AS-Uni Soviet mencapai titik terendahnya.


Jarum Jam Kiamat Kian Dekati Tengah Malam Baca Berita Dari Sumber http://ift.tt/2kyRMyz