Rubrik Teknologi

Laman

Minggu, 29 September 2019

Ilmuwan Temukan Spesies Buaya Baru di Papua Nugini

INILAHCOM, Chicago - Papua Nugini merupakan rumah bagi spesies buaya air tawar besar yang dikenal dengan Crocodylus novaeguineae. Spesies ini pertama kali dideskripsikan pada 1928.

Namun siapa sangka, spesies buaya air tawar di negara yang terletak di bagian timur Pulau Papua itu bukan cuma satu, tapi ada dua.

Fakta tersebut diketahui setelah para ilmuwan menaruh curiga terhadap buaya air tawar berukuran besar di sana.

Terinspirasi dari teori ilmuwan 1980-an Philip Hall yang melihat perbedaan aneh dalam perilaku bersarang dan kawin sebuah spesies, Chris Murray (asisten profesor dari Southeastern Louisiana University, AS) dan Caleb McMahan (ilmuwan dari The Field Museum di Chicago, AS) tergerak untuk meneliti ulang buaya besar di Papua Nugini.

Laporan hasil riset garapan Murray dan McMahan ini telah dipublikasikan di jurnal Copeia. Dalam riset ini, mereka memeriksa 51 tengkorak dari hewan yang sebelumnya dianggap mewakili spesies Crocodylus novaeguineae, yang disimpan di beberapa museum di seluruh AS.

Mereka kemudian memeriksa buaya yang masih hidup yang tinggal di St. Augustine Alligator Farm Zoological Park di Florida, AS, untuk melihat apakah variasi yang mereka identifikasi pada tengkorak dapat dilihat pada spesies yang masih hidup.

Hasilnya, mereka dapat melihat perbedaan nyata antara buaya dari utara dan selatan Papua Nugini.



"Kami bisa mengatakan kedua (kelompok) buaya hidup sebagai individu berbeda. Saat meneliti, kami melihat (buaya) yang ini cocok dengan kelompok yang tinggal di utara, sementara (buaya) yang itu cocok dengan buaya di selatan," ungkap McMahan, seperti dilansir IFL Science.

"Kami bahkan dapat melihat tengkorak buaya yang disimpan di museum berasal dari sungai mana. Jadi, analisis kami berhasil membedakan dari mana buaya-buaya itu berasal, dari utara atau selatan," lanjutnya.

McMahan mengatakan, buaya dari utara dan selatan berbeda secara morfologi tulang.

Sebagai contoh, buaya utara memiliki tulang rahang dan hidung yang lebih panjang dibanding buaya dari selatan Papua Nugini.

Selain tulang tengkorak, perilaku keduanya pun berbeda. Buaya betina selatan misalnya, bersarang di musim hujan dan menghasilkan lebih sedikit telur dibanding buaya utara yang bersarang saat musim kemarau.

Dari analisis dan pengamatan McMahan dan Murray, tim ilmuwan menyimpulkan bahwa kedua kelompok buaya besar Papua Nugini cukup berbeda dan secara resmi diklasifikasikan sebagai spesies berbeda.

Tim ilmuwan menamai buaya besar Papua Nugini yang tinggal di sebelah selatan sebagai Crocodylus halli untuk mengenang Philip Hall yang teorinya membantu penelitian ini.

"Yang menarik dari studi ini, kita tahu perbedaan secara morfologis dan ekologis buaya besar Papua Nugini yang dipisahkan pegunungan," jelas McMahan.

Para peneliti mengatakan bahwa temuan baru ini dapat memiliki implikasi yang signifikan bagi upaya konservasi.

Sebelumnya hanya ada 13 spesies buaya yang diketahui hidup di habitat tropis di seluruh dunia. Dan kini Crocodylus halli telah menjadi spesies yang ke-14.

Spesies baru hewan memang kerap ditemukan setiap saat di dunia. Namun, identifikasi spesies baru hewan besar, seperti buaya, adalah hal yang jarang terjadi.

"Ada spesies baru di luar sana tetapi banyak dari mereka yang ditempatkan di laci dan lemari museum, dan hanya butuh waktu untuk melihat mereka dan mencari tahu," pungkas McMahan. [ikh]


Ilmuwan Temukan Spesies Buaya Baru di Papua Nugini Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2oiHsks

Sabtu, 28 September 2019

Xiaomi Kembangkan Smartphone Berkemampuan Video 8K

INILAHCOM, Beijing - Berdasarkan laporan terbaru dari XDA-Developers, smartphone Xiaomi yang akan datang bakal membawa kemampuan merekam video 8K (7680 x 4320 piksel) pada 30fps. Informasi tersebut ditemukan di APK kamera MIUI 11.

Hingga kini, memang belum ada smartphone Xiaomi yang dapat merekam video dalam kemampuan 8K. Bahkan, Mi Mix Alpha, yang baru saja diluncurkan dengan berbekal kamera beresolusi 108MP hanya mampu merekam video 6K pada 30fps.

Untuk saat ini, baru chipset Samsung Exynos 9820 dan Exynos 9825 saja yang mendukung perekaman video 8K pada 30fps, sehingga tampaknya smartphone Xiaomi tersebut akan hadir dengan SoC premium Snapdragon generasi berikutnya besutan Qualcomm.

Satu-satunya smartphone di pasaran yang dapat merekam video 8K adalah Nubia Red Magic 3, namun hanya dengan kecepatan 15fps.

Xiaomi diperkirakan akan melanjutkan kolaborasinya dengan Samsung untuk urusan kamera, demikian laporan GSM Arena. [ikh]


Xiaomi Kembangkan Smartphone Berkemampuan Video 8K Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2mL52pA

Facebook Uji Coba Sembunyikan Jumlah 'Like'

INILAHCOM, San Francisco - Facebook mulai menguji coba menyembunyikan jumlah 'like' dalam unggahan, yang dimulai dari Australia.

Mengutip TechCrunch, uji coba itu akan menyembunyikan jumlah 'like' dalam unggahan dan hanya akan menampilkan bahwa unggahan itu disukai oleh seorang teman dan beberapa orang lain.

Uji coba tersebut akan jadi ukuran apakah fitur tersebut dapat meningkatkan rasa kebahagiaan pengguna, dan jika percobaan berhasil, pengujian dapat diluncurkan ke lebih banyak wilayah.

"Kami sedang menjalankan tes terbatas di mana jumlah 'like', reaksi, dan tampilan video dibuat pribadi di Facebook. Kami akan mengumpulkan umpan balik untuk memahami apakah perubahan ini akan meningkatkan pengalaman orang," kata juru bicara Facebook kepada TechCrunch.

Wacana untuk meyembunyikan jumlah 'like' sebelunya sudah dikonfirmasi oleh Facebook pada awal bulan ini, setelah peneliti aplikasi seluler Jane Manchun Wong menemukan fitur tersembunyi yang terkubur di aplikasi Android perusahaan.

Menurut temuan itu, pengguna Facebook masih dapat mengetuk untuk melihat daftar lengkap orang yang menyukai dan bereaksi terhadap sebuah unggahan namun jumlah 'like' tidak lagi akan ditampilkan di News Feed.

Menyingkirkan kemampuan untuk melihat jumlah 'like' adalah satu langkah kecil yang bisa menghalau perasaan cemas dan depresi yang terkait dengan penggunaan media sosial.

Sebelumnya, Instagram sudah melakukan pengujian menyembunyikan jumlah 'like' pada awal tahun ini di Kanada, dan memperluas uji coba ke lebih banyak wilayah ketika pengguna melaporkan bahwa mereka benar-benar menyukai itu. [ikh]


Facebook Uji Coba Sembunyikan Jumlah 'Like' Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2lYhEsY

Qualcomm Konfirmasi Kirim Komponen ke Huawei

INILAHCOM, San Francisco - CEO Qualcomm Steve Mollenkopf mengatakan bahwa pihaknya telah mengirim komponen ke Huawei, yang tidak masuk dalam larangan perang dagang AS-China.

Diberi label sebagai ancaman keamanan nasional untuk negara-negara bagian di AS, Huawei masuk dalam daftar entitas Departemen Perdagangan AS pada pertengahan Mei lalu. Akibatnya, perusahaan asal China tersebut tidak dapat mengakses rantai pasokannya di AS.

Pada Mei juga, AS mengumumkan periode 90 hari di mana beberapa pemasok Huawei menerima lisensi khusus dari Departemen Perdagangan AS yang memungkinkan mereka untuk mengirim komponen dan perangkat lunak.

Hal lain yang diizinkan adalah kontrak yang diperlukan untuk menyediakan layanan dan dukungan, termasuk pembaruan atau patch perangkat lunak untuk handset Huawei.

Ketika periode 90 hari pertama berakhir, periode 90 hari kedua dimulai dengan 130 perusahaan AS meminta lisensi khusus.

Mollenkopf mengatakan bahwa Qualcomm ingin mencapai kesepakatan jangka panjang dengan Huawei, namun hal itu jelas akan tergantung pada Presiden AS Donald Trump.

Huawei dianggap ancaman untuk keamanan nasional AS yang seolah-olah menjadi alasan penempatannya di daftar entitas. Muncul rumor bahwa Huawei memiliki 'pintu belakang' yang dapat mengirim informasi tentang konsumen dan perusahaan AS kepada pemerintah China.

Huawei telah membantah rumor tersebut berkali-kali, dan CEO Huawei Liang Hua bersedia menandatangani kontrak 'no-spy' dengan negara mana pun.

Meskipun tidak diketahui secara pasti komponen apa yang saat ini dikirimkan Qualcomm ke Huawei, namun raksasa teknologi China itu telah menggunakan chipset Snapdragon untuk beberapa model smartphone non-peremium milik mereka.

Huawei mendesain chipset miliknya sendiri, Kirin, yang diproduksi oleh TSMC. Chipset tersebut digunakan Huawei untuk mengotaki smartphone premium besutannya.

Selain Qualcomm, beberapa perusahaan AS yang harus memutuskan hubungan dengan Huawei, termasuk Google, membuat seri smartphone premium terbaru Huawei, Mate 30, tidak dapat menggunakan layanan Google Play.

Itu berarti bahwa lini smartphone tersebut tidak akan memiliki aplikasi inti Google, termasuk Play Store, YouTube, Gmail, dan Google Maps. Namun, untuk mengatasi hal itu, Huawei telah memiliki Huawei Mobile Service yang berjalan pada versi open source Android, demikian laporan Phone Arena. [ikh]


Qualcomm Konfirmasi Kirim Komponen ke Huawei Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2oa8eLD

Waspada, 74% Produk Plastik Sehari-hari Beracun

INILAHCOM, Oslo - Selain dapat mencemari Bumi, ternyata menggunakan plastik juga berpotensi meracuni tubuh kita sendiri.

Sekelompok peneliti dari Norwegia mempelajari 34 produk plastik yang biasa digunakan sehari-hari, seperti wadah yogurt hingga spons mandi.

Mereka menemukan bahwa dari 74 persen dari barang-barang plastik tersebut mengandung bahan kimia beracun.

"Masalahnya adalah plastik itu terbuat dari koktail kimia yang kompleks, jadi kita sering tidak tahu persis zat apa yang ada dalam produk yang kita gunakan. Bahkan sebagian besar dari ribuan bahan kimia belum ada cara untuk diketahui apakah aman atau tidak," kata Martin Wagner, ahli biologi di Norwegian University of Science and Technology, seperti dilansir Mother Nature Network.

"Ini karena, secara praktis, tidak mungkin untuk melacak semua senyawa ini. Dan produsen mungkin ada saja yang tidak tahu bahan-bahan dari produk (plastik) yang mereka buat, tetapi bahkan jika mereka tahu, mereka tidak diharuskan untuk mengungkapkan informasi ini," imbuhnya.

Tak mudah untuk mengisolasi bahan kimia atau plastik tertentu, karena ada lebih dari 5.000 jenis plastik dengan ribuan jenis bahan kimia yang digunakan untuk membuatnya

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal Environmental Science and Technology itu, para peneliti menemukan lebih dari 1.400 zat kimia yang terkandung dalam plastik, namun hanya 260 saja yang baru bisa diidentifikasi.

Dari jumlah yang kecil itu, 60 persen produk plastik ditemukan mengandung zat beracun dan 40 persen mengandung zat oksidatif yang dicurigai terkait dengan kanker, diabetes dan penyakit jantung. Sementara 30 persen lainnya bisa menyebabkan gangguan endokrin.

Di antara semua jenis plastik yang mereka pelajari, dua yang ditemukan mengandung bahan kimia paling berbahaya adalah polivinil klorida (PVC) dan poliuretan (PUR).

Tingkat toksisitas keduanya bahkan lebih tinggi dari polietilen tereftakat (PET) dan polietilen densitas tinggi (HDPE).

Meski demikian, tingkat beracun plastik yang para peneliti temukan belum tentu sama dengan risiko bahaya yang dialami oleh masyarakat awam dalam kehidupan sehari-hari.

Pasalnya, para peneliti mengambil senyawa dari plastik dan memaparkannya secara langsung terhadap berbagai jenis sel. Paparan semacam ini jelas berbeda dengan sekadar meminum air dari botol plastik.

Akan tetapi, para peneliti juga mengatakan jika hasil ini mempertanyakan asumsi bahwa produk plastik aman untuk digunakan hingga dapat dibuktikan sebaliknya.

"Kita harus tidak boleh menganggap semua jenis plastik jahat. Tetapi mengingat bahwa kita hidup di zaman plastik, kita perlu memastikan agar mereka (plastik) tidak mempengaruhi kesehatan kita," kata Warger. [ikh]


Waspada, 74% Produk Plastik Sehari-hari Beracun Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2nwVwX5

Fenomena Kesurupan Dilihat dari Sisi Sains

KESURUPAN kerap dikaitkan dengan hal-hal beraroma mistis. Tapi, tahukah Anda bagaimana sains memandang fenomena ini?

Di mata medis, kesurupan merupakan suatu penyakit gangguan mental dan tak ada hubungannya dengan hal mistis. Gangguan mental ini bisa karena faktor sosial ataupun psikologis.

Istilah medis untuk kesurupan adalah possession trance disorder.

Possession trance disorder merupakan kategori diagnostik baru dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders-IV (DSM-IV).

DSM sendiri merupakan standar klasifikasi gangguan mental yang dipergunakan oleh para profesional kesehatan mental di AS.

Dalam DSM-IV, possession trance disorder termasuk dalam kategori dissociative disorder alias gangguan disosiatif.

Gangguan disosiatif adalah hilangnya sebagian atau seluruh integrasi antara kenangan masa lalu, kesadaran identitas, dan sensasi serta kontrol dari gerakan tubuh.

Ini berarti bahwa possession trance disorder dapat diklasifikasikan sebagai salah satu bentuk dari gangguan mental terkait perubahan identitas diri.

Jika diartikan secara terpisah, trance didefinisikan sebagai keadaan mental ketika individu tidak memiliki kesadaran atas mental dan/ atau lingkungannya dalam jangka waktu yang lama.

Adapun possession disorder merupakan sebuah istilah dari pengalaman yang terjadi dalam masyarakat atau istilah yang menggambarkan pengaruh dari agen kekal.

Berdasarkan WHO dalam ICD 10 versi 2008, possession trance disorder adalah gangguan ketika terjadi kehilangan sementara identitas pribadi dan kesadaran penuh dari lingkungan.

Termasuk di sini kondisi kesurupan yang disengaja atau yang tidak disengaja, terjadi di luar situasi keagamaan atau penerimaan budaya.

Hal ini berarti kesurupan bukan terjadi karena suatu kepercayaan agama atau budaya, melainkan lebih kepada faktor mental seseorang.

Tanda kesurupan dari sisi medis

Saat tubuh seseorang kehilangan identitasnya, tentu ia tidak menjadi diri sendiri dan berlaku seperti orang lain.

Saat kesurupan atau mengalami possession trance disorder, orang tersebut bertingkah aneh, membicarakan hal yang tidak biasa, dan dengan nada berbeda.

Seringnya setelah kesurupan terjadi, orang yang bersangkutan tidak ingat apa yang telah dilakukannya.

Possession trance disorder ditandai dengan perubahan sementara dalam identitas di mana identitas yang normal seseorang sementara diganti atau seolah-olah dimiliki oleh roh, hantu, kekuatan, dewa, atau orang lain.

Pengalaman menjadi yang dimiliki oleh entitas lain, seperti orang, dewa, setan, binatang, atau benda mati, mempunyai arti yang berbeda dalam budaya yang berbeda dan karena itu diagnosis untuk gangguan ini mungkin terikat budaya.

Ketika seseorang sedang diambil alih kepemilikan identitasnya atau sedang kesurupan, orang tersebut biasanya mengalami berbagai tanda, seperti:

- Kehilangan kontrol atas tindakannya
- Perubahan perilaku atau bertindak berbeda
- Kehilangan kesadaran lingkungan
- Kehilangan identitas pribadi
- Kesulitan membedakan kenyataan dari fantasi pada saat kesurupan
- Perubahan nada suara
- Perhatiannya berkeliaran
- Kesulitan berkonsentrasi
- Kehilangan kesadaran waktu
- Kehilangan memori atau ingatan
- Penampilan tubuhnya berubah

Terkadang, tanda-tanda possession trance disorder tersebut sama dengan tanda-tanda gangguan mental lainnya, seperti demensia, epilepsi, skizofrenia, sindrom Tourette, dan amnesia disosiatif.

Maka, harus diketahui perbedaan di antara penyakit tersebut agar possession trance disorder dapat didiagnosis dengan tepat.

Penyebab kesurupan

Kondisi possession trance disorder hanya dapat dipahami melalui kombinasi perspektif biologis, antropologis, sosiologis, psikopatologis, dan eksperimental.

Kesurupan atau possession trance disorder dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti faktor spiritual, sosial, psikologis, dan fisik. Dengan melakukan pemeriksaan mendalam, mungkin faktor penyebabnya bisa diketahui.

Gangguan disosiatif juga dapat menyebabkan possession trance disorder ini karena trauma psikologis dan kekerasan yang berulang menyebabkan tekanan sosial dan mental.

Pengalaman disosiatif ini berubah dari nonpatologis ke patologis. Namun, belum ada teori biologis tentang asal-usul gangguan possession trance disorder ini.

[sumber: Psychnet-UK]


Fenomena Kesurupan Dilihat dari Sisi Sains Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2lUIJgE

Aplikasi Likee Gaungkan Kesadaran Polusi Asap

INILAHCOM., Jakarta - Likee (dulu dikenal sebagai LIKE video), sebuah platform kreasi video pendek, meluncurkan program #HazeFreeJakarta di sosial media.

Dalam program ini, Likee menggandeng public figure muda berbakat dari Indonesia, termasuk Ria Ricis dan Via Valen, untuk meningkatkan kesadaran akan polusi udara serta merangkul partisipasi aktif muda-mudi Indonesia dalam upaya mengatasinya bersama.

Bersamaan dengan program #HazeFreeJakarta, Likee juga meluncurkan filter video Bottle Plastic 3D baru berbasis Augmented Reality (AR) yang memungkinkan penggunanya berbagi cara unik mereka dalam mengatasi sampah plastik serta serbuan polusi asap yang ditampilkan melalui filter baru tersebut di video mereka, yang nantinya diungggah di platform Likee dan juga sosial media.

"Kami ingin menunjukkan bahwa komunitas kreator digital kami mampu membuat dampak positif yang nyata terhadap berbagai isu sosial di Indonesia, termasuk polusi asap. Tantangan polusi asap semakin genting, dan perlu segera mendapatkan solusi. #HazeFreeJakarta kami mulai untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian serta mendorong partisipasi aktif masyarakat untuk menanggulanginya," ujar Erwin, Manager of Creator Operation of Likee.

Erwin menambahkan, untuk mengatasi isu sosial dan lingkungan harus bisa melampaui cara konvensional untuk menghasilkan dampak yang besar.

"Karena itu kami menciptakan kampanye kekinian yang menyenangkan dan berkolaborasi dengan talenta muda berbakat di Indonesia serta Lembaga Swadaya Masyarakat untuk membawa pengaruh yang lebih besar ke masyarakat luas," tuturnya.

Likee juga menggandeng LSM Saya Pilih Bumi, Ecotransport.id, dan Tjiliwoeng saat menggelar gerakan sosial di Jakarta Car Free Day pada 22 September lalu.

Hal ini dilakukan untuk untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat serta donasi untuk melawan polusi limbah plastik dan udara di Indonesia. Acara ini turut dihadiri Binsar Siregar dari Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Pada acara tersebut, Likee memasang graffiti wall yang dilukis oleh artis lokal serta mengajak para pengunjung untuk mewarnai tembok tersebut dalam rangka mengingatkan masyarakat bahwa dengan menjaga lingkungan, hidup akan jadi lebih berwarna.

Pada acara yang sama, Likee juga membuat Recycle Bag Station. Di tempat ini, Likee menjual tas daur ulang dengan desain dari graffiti artist yang dapat diwarnai atau didekorasi oleh pengunjung.

Dari aktivitas ini, Like mendonasikan seluruh penjualan untuk mendukung Saya Pilih Bumi, Ecotransport.id, dan Tjiliwoeng dalam memerangi polusi udara dan limbah di Indonesia. [ikh]


Aplikasi Likee Gaungkan Kesadaran Polusi Asap Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2o3JOn1