Rubrik Teknologi

Laman

Rabu, 28 November 2018

LG Patenkan 3 Nama untuk Smartphone Layar Lipat

INILAHCOM, Jakarta - LG sudah memastikan diri bakal ikut membuat produk smartphone dengan layar lipat.

Perusahaan asal Korea Selatan itu pun diketahui telah mematenkan tiga nama yang diduga bakal digunakan oleh smartphone layar lipat besutannya. Ketiga nama itu adalah Flex, Foldi, dan Duplex.

Keberadaan paten ini diungkapkan oleh LetsGoDigital. Situs pembocor teknologi asal Belanda itu mengatakan bahwa paten tersebut sudah didaftarkan di kantor paten Uni Eropa (EUIPO) pada pekan lalu.

Ketiga nama tersebut termasuk dalam kategori smartphone (kelas 9) yang bisa digunakan untuk untuk smartphone dengan layar lipat atau layar konvensional.

Nama 'Flex' yang mungkin merupakan kepedekan dari kata 'Flexible' sebenarnya pernah digunakan oleh LG di smartphone yang memiliki teknologi layar lentur, yakni G Flex dan G Flex 2 yang masing-masing meluncur pada 2013 dan 2015.

Menariknya, Samsung juga telah menggunakan embel-embel 'Flex' di smartphone layar lipatnya baru-baru ini.

Meski sudah pernah digunakan, LG agaknya harus mengajukan kembali nama paten tersebut, jika ingin menggunakan nama yang sama untuk smartphone layar lipat di masa mendatang.

LG memang tidak harus menggunakan semua nama yang dipatenkan. Label seri smartphone layar lipatnya bisa dipilih dari salah satu dari tiga nama tadi. Ada pula dugaan bahwa ketiga nama akan dipakai untuk beberapa jenis perangkat berbeda.

Nama 'LG Duplex' misalnya, dikabarkan bakal menjadi smartphone 'double display' yang kemungkinan berlayar ganda di depan dan belakang.

Sementara, 'LG Foldi' mungkin akan berbentuk perangkat dengan 'folding display' alias layar fleksibel yang bisa dilipat ke arah dalam.

Pihak LG sendiri belum memberikan informasi resmi terkait perangkat layar lipat apa saja yang akan dipasarkan.

Smartphone layar lipat besutan LG kabarnya akan dipamerkan dalam ajang CES 2019 di Las Vegas, AS, pada awal Januari tahun depan.


LG Patenkan 3 Nama untuk Smartphone Layar Lipat Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2zwZ6DQ

Ghosn Limpahkan Kerugian Pribadi ke Nissan?

INILAHCOM, Tokyo - Mantan Chairman Nissan Motor, Carlos Ghosn, diduga melimpahkan kerugian pribadinya dari sebuah investasi selama krisis keuangan tahun 2008 kepada Nissan guna menghindari kerugian jutaan dolar.

Mengutip beberapa sumber anonim, surat kabar Jepang Asahi Shimbun mewartakan bahwa ketika bank mitra Ghosn meminta lebih banyak jaminan dari eksekutif, ia malah menyerahkan hak perdagangan derivatif (kontrak bilateral) Nissan, yang secara efektif memikul kerugian 1,7 miliar yen atau sekitar US$15 juta.

Komisi Securities dan Exchange Surveillance Jepang (SESC) menemukan kejadian tersebut dalam pemeriksaan rutin, tulis Asahi Shimbun.

Baca juga: Nissan Resmi Copot Ghosn dari Jabatan Chairman

Di sisi lain, Nissan tidak mau mengomentari laporan itu.

Sementara itu, juru bicara SESC mengatakan bahwa pengawas lembaga tersebut tidak dapat mengomentari kasus-kasus individual.

Baca juga: Mitsubishi Juga Pecat Carlos Ghosn

Ghosn ditahan di Tokyo setelah ditangkap pada pekan lalu atas dugaan kejahatan keuangan, termasuk mengecilkan penghasilannya selama bertahun-tahun dalam laporan keuangan.

Kendati demikian, Ghosn membantah tuduhan tersebut, menurut laporan NHK.

Atas kasus yang menimpanya itu, Ghosn pun telah dilengserkan dari kursi pimpinan Nissan dan Mitsubishi Motors.
 


Ghosn Limpahkan Kerugian Pribadi ke Nissan? Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2QoT6GJ

Game Mobile RPG Diosa Force Sambangi Play Store

INILAHCOM, Jakarta - Industri game Indonesia kedatangan game baru, yaitu Diosa Force. Dirilis oleh publisher lokal, Mobiku, game ini telah memasuki tahap Open Beta atau dengan kata lain dirilis secara resmi per tanggal 28 November 2018.

Untuk beberapa negara di kawasan Asia Tenggara seperti Indonesia, Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina dan Singapore, hak lisensi diberikan ke publisher Indonesia, Mobiku dan telah dilokalisasikan.

Saat mulai memainkan Diosa Force, pemain akan dihadapkan dengan serangan monster kegelapan dan perjalanan dimulai untuk mengungkap misteri tersebut dibantu oleh Dewi Genesis, Vanessa.

Dalam game ini, pemain dapat mengoleksi berbagai hero dengan beberapa elemen yang dapat dikombinasikan didalam tim.

Saat ini, tersedia lebih dari 50 hero dengan 6 elemen (Wind, Earth, Fire, Light, Dark, dan Typeless) yang dapat dipilih oleh para pemain.

"Harapan kami adalah seluruh pemain Diosa Force dapat merasakan petualangan seru membantu Goddess Vanessa untuk menyelamatkan dunia dari kegelapan, selain itu para pemain juga dapat berinteraksi dan berkompetisi secara sehat dengan para pemain lainya karena faktor strategi dalam pemilihan komposisi hero merupakan faktor utama penentu kemenangan di Diosa Force," ujar Arya Waskita, Project Manager Mobiku, di Jakarta, Rabu (28/11/218).

Diosa Force memiliki empat pilihan bahasa yaitu Bahasa Indonesia, Inggris, Thai, dan Mandarin. Game ini memiliki genre Turn Based RPG dengan desain karakter berbasis anime Jepang dan jalan cerita yang seru.

Desain karakter yang dihadirkan pada karakter yang sama, akan terlihat berbeda pada tingkatan yang berbeda. Desain grafik dan hero pada game ini juga termasuk salah satu desain yang terbilang keren dalam basis anime yang masuk ke selera penggemar anime di Indonesia.

Game ini memiliki fitur seperti PVP dan PVE seperti mobile game lainnya, tetapi keunggulan fitur di sini yaitu peringkat tertinggi dihitung berdasarkan poin tertinggi.

Jadi bukan hanya pemain dengan power tertinggi yang akan menjadi peringkat teratas. Semua pemain memiliki kesempatan untuk meraih peringkat atas.

Berbagai jenis hero dengan elemen seperti Fire, Water, Wind, Earth, Dark, Light dan Neutral juga membuat game ini membutuhkan strategi yang sesuai untuk melewati stage dan juga saat PVP.

Selain PVE biasa, game ini juga memiliki fitur World Boss yang membutuhkan kerja sama semua pemain untuk mengalahkan Boss yang terdiri dari tiga bagian yang harus dihancurkan.

Ada juga fitur Trial yaitu battle sampai ke tingkat tertinggi dan setiap stage selesai, HP dan energi semua hero tidak akan dipulihkan, tetapi akan tetap dalam keadaan seperti battle sebelumnya.

Yang menjadi fitur paling menarik di antara semuanya adalah Infinite Summon yang hanya bisa didapatkan setelah melewati tutorial. Pada fitur ini, kita bisa melakukan summon hingga mendapatkan hero yang diinginkan.

Apabila summon mendapat hero yang tidak sesuai keinginan, bisa menekan tombol 'Summon Ulang' dan tidak terbatas. Fitur ini hanya akan muncul satu kali Bila beruntung, pemain bisa mendapatkan 2 SSR Heroes.

Dalam menyambut Tahap Open Beta Diosa Force, Mobiku juga mengadakan event-event menarik di mana akan diberikan hadiah-hadiah item in game untuk yang mengikuti Open Betan ini.

Open Beta saat ini hanya tersedia untuk Android saja, sedangkan untuk iOS akan segera menyusul dan Mobiku akan segera mengumumkan bila telah tersedia di iOS.


Game Mobile RPG Diosa Force Sambangi Play Store Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2AyIefo

Adu Jepret Kamera Realme 2 Pro Vs Redmi Note 6 Pro

REALME dan Xiaomi sama-sama baru saja memperkenalkan smartphone anyarnya. Dalam hal ini, Realme menghadirkan Realme 2 Pro dan Xiaomi merilis Redmi Note 6 Pro.

Mengusung embel-embel 'Pro', keduanya juga punya spesifikasi yang mirip, khususnya pada sektor prosesor dan RAM. Untuk banderolan harganya pun sama-sama berkisar Rp3 jutaan untuk model RAM 4GB dan memori internal 64 GB, tentu ini akan menjadi pilihan yang membingungkan bagi sebagian besar kalangan yang ingin membeli smartphone baru.

Tidak lupa, baik Realme 2 Pro maupun Redmi Note 6 Pro hadir dengan setting kamera ganda di bodi belakangnya maupun depan.

Setelah membeberkan soal spesifikasi dan video unboxing-nya beberapa waktu lalu, INILAHCOM berkesempatan untuk membandingkan hasil kamera keduanya.



Sekadar diketahui, Realme 2 Pro dibekali kamera ganda utamanya dengan sensor Sony IMX398.

Realme 2 Pro ini dilengkapi kamera belakang beresolusi 16MP (aperture f1.7)  dan 2MP (aperture f/2.4). Kamera keduanya ini (2MP) merupakan kamera bokeh yang tentunya berfungsi untuk mengambil foto dengan background blur.

Selanjutnya, kamera depan Realme 2 Pro memiliki resolusi 16MP (aperture f/2.0) dengan dukungan seperti fitur AI Beauty 2.0 dan portrait atau layar belakang bokeh.

Sementara, Xiaomi Redmi Note 6 Pro dilengkapi kamera ganda dengan resolusi 12MP dan 5MP (kamera sekunder) dengan sensor Sony IMX486 .

Untuk kamera 12MP disokong sensor 1,4 micron piksel dan aperture f/1.9, sedangkan kamera 5MP dengan 1,12 micron piksel dan aperture f/2.2.

Sementara itu, kamera depan untuk Redmi Note 6 Pro hadir dengan sensor 20MP (aperture f/2.0) dan 2MP (aperture f/2.2).

Kamera belakang dan depan Redmi Note 6 Pro juga dilengkapi teknologi Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan fitur AI Portrait Selfie, AI Scene Detection, dan AI Beautify 2.0 untuk hasil foto selfie yang lebih natural di segala kondisi pencahayaan.

Tanpa berpanjang-panjang, langsung saja kita intip perbandingan hasil foto Realme 2 Pro dan Redmi Note 6 Pro berikut ini.

Hasil foto outdoor

Foto di bawah ini adalah hasil dari kamera Realme 2 Pro. Saat dijepret, lingkungan dalam kondisi awan mendung.

Menjepret objek yang sama, foto di bawah ini adalah hasil foto di luar ruangan dengan kamera Redmi Note 6 Pro.

Masih di luar ruangan foto di bawah ini adalah hasil kamera utama Realme 2 Pro dengan kondisi terik cahaya.

Sementara, foto di bawah ini merupakan objek yang sama dan dijepret dengan kamera Redmi Note 6 Pro.

Hasil foto outdoor low light

Hasil foto outdoor dalam kondisi minim cahaya menggunakan kamera Realme 2 Pro:

Memotret objek yang sama hasil foto low light menggunakan kamera Redmi Note 6 Pro:

Hasil foto indoor

Objek buah-buahan ini terletak di ruangan cukup cahaya dan dijepret dengan kamera Realme 2 Pro:

Masih dengan objek yang sama, hasil ini dijepret dengan kamera Redmi Note 6 Pro:

Indoor mode malam

Foto dengan kondisi dalam ruangan mode auto Realme 2 Pro:

Objek yang sama dengan mode Auto Xiaomi Redmi Note 6 Pro

Foto bokeh selfie

Hasil foto selfie dengan mode Portrait kamera depan Realme 2 Pro :

Hasil foto selfie dengan kamera depan Redmi Note 6 Pro:

Hasil video

Ini adalah tangkapan perekaman dengan resolusi Full HD 1080p 30fps. Untuk Realme 2 pro perekaman video 4K juga tersedia, namun tidak dengan Redmi Note 6 Pro meski sejatinya Snapdragon 636 sendiri dapat menangani rekaman video 4K.

- Realme 2 Pro:

- Xiaomi Redmi Note 6 Pro:

Bagaimana menurut Anda, lebih suka hasil jepretan kamera Realme 2 Pro atau Xiaomi Redmi Note 6 Pro? Silakan Anda nilai sendiri. [ikh]


Adu Jepret Kamera Realme 2 Pro Vs Redmi Note 6 Pro Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2BCYrly

XL Axiata Perkuat Potensi dalam Pengembangan IoT

INILAHCOM, Jakarta - Sejalan dengan misi mengembangkan IoT Tanah Air, XL Axiata mendukung penyelenggaraan ajang kompetisi IoT terbesar Republic of IOT 2018 (RIoT) di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebanyak 30 tim terpilih dari seluruh Indonesia menampilkan proyek IoT potensial asli Indonesia.

"Selain turut memajukan industri IoT di Indonesia, dukungan kami atas RIoT 2018 ini merupakan bagian dari upaya dalam mengembangkan bisnis IoT. Kami melihat potensi besar yang dimiliki oleh para developer lokal Indonesia dalam mengembangkan IoT," kata Kiril Mankovski, Chief Enterprise & SME Officer XL Axiata.

"Karena itu, kami berharap banyak melalui R-IoT 2018 kami akan bisa mendapatkan gambaran yang lebih pasti mengenai kemampuan dan potensi para developer Indonesia. Tentu juga akan sangat menyenangkan jika ada peluang bekerja sama dengan para developer lokal dan meraih sukses bersama di masa mendatang," imbuhnya.

Republic of IoT 2018 merupakan perhelatan Internet of Things terbesar di Indonesia. Ajang ini diselenggarakan oleh Makestro dan Infia Pariwara, berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, serta didukung penuh oleh XL Axiata melalui XL Business Solutions.

RIoT 2018 berlangsung selama dua hari, 24 dan 25 November, 2018. Ajang yang merupakan wadah bagi para makers, komunitas, dan pemangku kepentingan IoT lokal ini juga mendapatkan dukungan dari BEKRAF, Nodeflux, Global Research Cloud, serta u-Blox, sebagai rekanan acara.

Pada RIoT 2018 ini peserta diminta untuk membuat solusi berbasis IoT dari berbagai topik, yaitu agrikultur, logistik, energi dan utilitas, industrial IoT, keamanan, kesehatan, fintech, building automation, fleet management, dan transportasi.

Solusi-solusi yang dihasilkan diharapkan dapat direalisasikan dan bernilai-guna untuk masyarakat dan industri untuk mendukung progam pemerintah Making Indonesia 4.0

Didalam perhelatan IoT terbesar di Indonesia ini, XL Axiata melalui XL business solutions pun menghadirkan beragam inovasi produk dan layanan yang diharapkan dapat mendukung perkembangan IoT di Indonesia, terutama dalam pengembangan Eco-system IoT di Indonesia.

XL Axiata menghadirkan kesiapan infrastruktur NB-IoT; X-camp sebagai laboratorium developer IoT dalam berinovasi dan sekaligus sebagai wadah untuk dipertemukan dengan pihak investor maupun pihak bisnis lainnya; dan FlexIoT sebagai platform bagi para developer IoT dalam membangun inovasi-inovasi IoT-nya secara efektif dan efisien.

Karya dari 30 tim dinilai oleh tim penjurian yang selanjutnya memilih 3 tim untuk dinobatkan sebagai juara dan 1 tim favorit.

Berdasarkan penilaian juri, pemenang pada RIoT 2018 masing-masing adalah Pictafish dari Malang, Ultrafarming dari Banda Aceh, dan Disteam dari Malang.

Tim Favorit dimenangkan oleh Mahapati dari Bali. Hadiah untuk pemenang berupa uang tunai, pemenang juga berkesempatan mengembangkan karyanya lebih lanjut dan mendapat bimbingan serta inkubasi di X-Camp (Lab Inovasi IoT XL)

Tim pemenang masing-masing membuat karya berupa Water Measurement Kit yang mengintegrasikan AI camera dan water sensors untuk menganalisa kualitas air; Kandang digital untuk monitoring dan controlling peternakan ayam; dan Early Warning System pendeteksi kebakaran hutan.

Sementara itu, tim yang menjadi juara favorit membuat karya berupa Smart Water Monitoring System untuk Tambak Ikan Kerapu .

Selama berlangsungnya RIoT 2018 juga diselenggarakan sejumlah aktivitas, antara lain Breakout Class, yang terdiri dari Workshop; Hardware Hands-On; dan Un-Conference, yaitu panggung yang terbuka bagi seluruh pengunjung untuk bebas berbicara soal topik pilihannya.

Juga ada makerspace yang merupakan miniature dari makerspace yang ada di X-Camp, pengunjung dapat mengenal IoT dan merasakan pengalaman secara hands-on merakit device IoT.

Tahun ini, sesi Keynote dibawakan oleh Semuel Abrijani Pangarepan (Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo), Kiril Mankovski (Chief Enterprise Officer XL Axiata) dan Andri Yadi (CEO DycodeX).

Selain itu, RIoT 2018 juga menampilkan pembicara-pembicara dari latar belakang beragam, meliputi pelaku industri, pemilik startup, pelaku hobi, serta komunitas.

Mereka adalah Andri Yadi (CEO DycodeX), Joe Ooi (Business Development Manager u-blox), Teguh Prasetya, (Founder Indonesia IoT Forum), Faris Rahman (Co-Founder & CTO Nodeflux), Maulidan Isbar (Co-Founder Kayuh BikeShare), Mahendra Ahdini (CEO Arsys Caturangga), Bullitt Zulfiqar (Bullit.tech), dan M. Ibnu Fadhil (Buitenzorg Makers Club).


XL Axiata Perkuat Potensi dalam Pengembangan IoT Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2P7tyt2

Gaet Telkomsel, Huawei Perkuat Kerja Sama Digital

INILAHCOM, London - Huawei dan Telkomsel menandatangani nota kesepahaman (MoU) di tengah berlangsungnya Global Mobile Broadband Forum 2018.

Melalui perjanjian kerja sama ini, inovasi kolaboratif kedua pihak dalam menghadirkan layanan paket yang fleksibel diharapkan makin meningkat sehingga kian mampu menghadirkan pengalaman yang optimal bagi pengguna.

Kerja sama ini juga mencerminkan kuatnya komitmen Huawei dalam memberikan dukungan terbaiknya kepada Telkomsel dalam mengembangkan layanan mobile broadband untuk enterprise (MBB) yang kompetitif, serta membantu kedua pihak dalam penerapan transformasi digital dan strategi bisnis untuk mendukung percepatan pengembangan layanan MBB dari Telkomsel tersebut.

Strategi transformasi digital yang dibangun Telkomsel bertujuan untuk menghadirkan pengalaman terunggul bagi penggunanya, serta mendorong terselenggaranya transformasi Telkomsel dari penyedia layanan telekomunikasi tradisional menjadi penyedia layanan digital dan data terkemuka.

Pada 2018, Telkomsel bekerja sama dengan Huawei melakukan migrasi pengelolaan kuota paket ke dalam Unified Policy and Charging Controller (UPCC) melalui solusi Huawei SmartPCC.

"Telkomsel dan Huawei telah membangun kemitraan yang sangat erat selama satu dekade terakhir. Kami berterima kasih atas segala dukungan dan upaya yang telah diberikan Huawei," kata Montgomery A. Hong, Direktur IT Telkomsel.

"Proyek Volume Base Offload untuk pengelolaan kuota mampu dituntaskan dengan cepat dan berkualitas pada 2018. Sehubungan dengan strategi transformasi digital, Telkomsel ingin terus bekerja sama dengan Huawei dalam mengembangan bisnis secara berkelanjutan," imbuhnya.

Solusi ini memiliki fitur yang kaya dan mampu mensimplifikasi topologi jaringan, mengurangi kompleksitas operasional dan total biaya kepemilikan, mempercepat rata-rata time to market (TTM) dari paket-paket MBB, dan memperkenalkan beragam layanan baru yang kian kompetitif.

"Ini merupakan pencapaian yang luar biasa bagi Huawei dan Telkomsel. Huawei memiliki pemahaman yang mendalam terhadap strategi transformasi digital Telkomsel. Kami ingin memperkuat kemitraan kami di bidang jaringan inti dan memperdalam kerja sama dalam bisnis dan inovasi teknologi," ujar Liu Kang, Presiden Huawei Packet Core Network Product Line.

"Kami percaya sinergi Huawei dan Telkomsel akan menjadikan kedua pihak mampu menjawab tantangan bisnis masa depan, serta tumbuh bersama dalam mewujudkan transformasi digital," lanjut dia.

MoU ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama teknis antara Huawei dan Telkomsel di bidang MBB. Kolaborasi inovasi kedua pihak dalam solusi jaringan inti akan mengakselerasi penggelaran paket-paket layanan baru Telkomsel, menjawab beragam kebutuhan para pengguna invididu maupun enterprise, serta meningkatkan pengalaman pengguna.
 


Gaet Telkomsel, Huawei Perkuat Kerja Sama Digital Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2FK7zsM

Sony Boyong 2 Headphone Nirkabel Premium Baru

INILAHCOM, Jakarta - Guna memberikan pengalaman audio yang lebih baik, Sony Indonesia meluncurkan dua headphone nirkabel baru, yakni WH-1000XM3 dan WF-SP900.

Kedua headphone premium ini menyasar pasar generasi muda. Karena berdasarkan riset, penggunaan headphone nirkabel oleh anak muda terus meningkat tiap tahun.

"Melengkapi line-up yang sudah ada di pasaran, kedua produk ini adalah update dari versi sebelumnya dengan sejumlah peningkatan," kata Kazuteru Makiyama, President Director Sony Indonesia, saat peluncuran di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

WH-1000XM3



Berdesain headband around ear, WH-1000XM3 adalah tambahan terbaru pada lini Sony 1000X yang sudah sangat diakui.

Headphone ini menawarkan fitur-fitur terbaik dari pendahulunya, WH-1000XM2, yang disertai sejumlah pengembangan penting seperti peningkatan performa noise cancelling untuk memperkaya pengalaman penggunanya saat mendengarkan musik.

"Inilah yang dibutuhkan oleh orang-orang yang menginginkan pengalaman mendengarkan musik secara lebih maksimal, tanpa terganggu oleh suara lainnya sekecil apa pun," kata Makiyama.

WH-1000XM3 menggunakan HD Noise Cancelling Processor QN1 terbaru yang memiliki performa empat kali lebih baik dibandingkan dengan prosesor sebelumnya.

Komponen terbaru ini tak hanya mampu meniadakan suara transportasi seperti pendahulunya, namun juga dapat memblokir suara latar belakang umum seperti suara jalanan dan suara orang berbicara.

HD Noise Cancelling Processor QN1 tidak hanya berfungsi untuk noise cancelling, namun juga diklaim dapat memberikan suara berkualitas tinggi yang menakjubkan dengan 32-bit Audio Signal Processing dan kombinasi Digital to Analog Convertion (DAC) dengan fungsi Amplifier.

Hal tersebut menawarkan suara berkualitas sangat tinggi, rasio sinyal ke suara terbaik di kelasnya, serta distorsi rendah untuk perangkat portabel.

Headphone ini juga memiliki fitur teknologi Dual Noise Sensor yang menangkap suara sekitar dengan dual microphones lalu mengirim data suara tersebut ke prosesor untuk proses noise cancelling.



WH-1000XM3 juga dirancang untuk penerbangan. Kehadiran fitur Atmospheric Pressure Optimising memungkinkan performa noise cancelling untuk beradaptasi secara khusus pada ketinggian dengan menggunakan sensor untuk mendeteksi tekanan udara di sekitar dan mengoptimalkan noise cancelling sesuai dengan tekanan udara.

Sony juga membekali perangkat audio anyar ini dengan fitur Adaptive Sound Control yang membuat penggunanya dapat mengatur mode kala menggunakan headphone.

Mode-mode tersebut adalah mode Waiting (mendengar baik pengumuman maupun musik saat sedang menunggu), Walking (mendengar semua suara sekitar bersamaan dengan musik saat sedang berjalan), dan Traveling (menikmati musik dengan noise cancellation saat bepergian).

Dengan pengaturan manual ataupun otomatis, pengguna bisa mengenakan WH-1000XM3 dengan nyaman dalam kondisi apapun tanpa mengorbankan keselamatan atau kenyamanan.



Selain itu, WH-1000XM3 juga membawa fitur Quick Attention yang memungkinkan pengguna untuk mendengar apa yang terjadi di sekeliling tanpa harus mematikan musik atau melepas headphone.

Peningkatan lainnya adalah fungsi Customisable Automatic Power Off pada aplikasi Headphones Connect, di mana headphone dapat terus menyala dan tetap menggunakan mode noise cancellation tanpa harus terhubung dengan perangkat.

WH-1000XM3 memiliki desain yang lebih ramping dan ringan dibandingkan pendahulunya. Headphone ini diklaim sangat nyaman untuk dipakai berkat earcup yang lebih dalam dan bantalan headband yang lebih tebal.

Selain memiliki daya tahan baterai selama 30 jam saat menggunakan fitur Noise Cancelling dan koneksi Bluetooth, WH-1000XM3 juga telah dilengkapi fitur Quick Charging yang telah ditingkatkan, yang memungkinkan 5 jam wireless playback setelah pengisian baterai hanya selama 10 menit dengan port USB type-C.



Kompatibel dengan perangkat iOS dan Android, panggilan telepon juga dibuat menjadi lebih jelas dengan adanya beberapa mikrofon, ideal untuk percakapan secara hands-free.

WH-1000XM3 tersedia untuk pre-order di Indonesia mulai 26 November hingga 4 Desember 2018 dengan harga Rp5.999.000.

WF-SP900



Lahir dari lini Truly Wireless Sport Headphone, WF-SP900 dirancang untuk digunakan saat berolahraga. Headphone ini bahkan dapat diajak untuk berenang, baik di kolam renang maupun di laut.

Berbeda dengan generasi pendulunya, WF-SP900 didukung memori internal di dalamnya sebesar 4GB. Artinya, pengguna juga dapat mendengarkan musik tanpa perlu terhubung ke perangkat lain.

Dengan rating IPX5/8, earbud memungkinkan pengguna untuk berenang dalam kolam renang atau laut hingga kedalaman 2 meter – sempurna jika ingin berenang tanpa kendala dari perangkat lain untuk memutar musik.



WF-SP900 juga dapat dicuci sehingga kebersihan headphone setelah berolahraga tetap terjaga.

Berkat IP6X, headphone ini juga tahan terhadap debu, yang membuatnya jadi pendamping olahraga yang baik dengan daya tahannya yang kuat.

Dengan desain ergonomis yang telah diperbarui untuk memastikan headphone ini muat dengan nyaman, stabil, dan aman. Pengguna dapat menyesuaikan kombinasi yang paling cocok dengan telinga dengan empat ukuran earpiece dan tiga pilihan ukuran arc supporters.

Earpiece yang dapat diganti ini bisa diposisikan agar cocok dengan aktivitas yang sedang dijalani.

Untuk menyelam ke dalam air, pengguna harus menggunakan earpiece khusus untuk berenang yang juga hadir dalam empat ukuran. Untuk menambah ketenangan, pengguna juga dapat menggunakan leash cord.



Saat dalam mode Ambient Sound, pengguna dapat memilih mode 'Normal' yang memungkinkan untuk mendengar suara di sekitar sambil mendengarkan musik di latar belakang.

Pengguna juga dapat memilih mode 'Voice' di mana mereka dapat mendengarkan musik tanpa gangguan dan tetap bisa mendengar pengumuman.

Meski berukuran kecil, perangkat audio ini tetap menghasilkan suara yang jelas berkat driver unit Balanced Armature asli milik Sony yang baru saja dikembangkan – memungkinkan pengguna menikmati lagu favorit saat sedang berolahraga.



WF-SP900 memperkenalkan sistem operasional yang bersifat intuitif dengan tap operation atau button operation agar pengguna dapat meningkatkan atau menurunkan volume secara mudah dengan mengetuk headphone dua kali serta memainkan,

memberhentikan, atau mengganti lagu dengan menggunakan tombol.

Kompatibel dengan perangkat iOS dan Android, panggilan telepon juga dibuat menjadi lebih jelas dengan adanya beberapa mikrofon, ideal untuk percakapan secara hands-free. Selain itu, penggunanya juga mengaktivasi asisten digital Siri dan Google Assistant saat WF-SP900 terhubung dengan smartphone.

Saat ini, WF-SP900 sudah tersedia di pasaran dengan harga Rp3.999.000.

[ikh]


Sony Boyong 2 Headphone Nirkabel Premium Baru Baca Berita Dari Sumber https://ift.tt/2BF0YvT